JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjadikan Program Bantuan Stimulan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai salah satu strategi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki rumah yang lebih layak, aman, dan sehat.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan bantuan stimulan berupa material bangunan kepada tiga penerima manfaat di Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Desa Lebanisuko, Kecamatan Wringinanom, dan Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, Selasa (21/7/2026). Bantuan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Gresik.
“Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya bantuan stimulan Rumah Tidak Layak Huni. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak sehingga kualitas hidup mereka juga meningkat,” ujar Asluchul Alif.
Wabup menegaskan, penyediaan rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pemerintah. Karena itu, Program RTLH tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Bantuan yang diberikan disalurkan dalam bentuk material bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah. Di Desa Mojowuku, nilai bantuan mencapai Rp9.870.000, sedangkan di Desa Lebanisuko sebesar Rp8.475.000. Material yang diberikan meliputi semen, pasir, kayu, bata ringan, perekat bata, asbes, kloset, bak mandi, paku, dan berbagai kebutuhan konstruksi lainnya.
“Kami berharap bantuan ini digunakan sebaik-baiknya untuk memperbaiki rumah sesuai kebutuhan. Mari kita manfaatkan dengan penuh tanggung jawab agar rumah menjadi lebih aman, nyaman, dan sehat untuk ditempati,” tambahnya.
Menurut Asluchul Alif, Pemkab Gresik akan terus memperluas cakupan Program RTLH agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang memperoleh hunian layak. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
“Semoga program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, kita optimistis kesejahteraan masyarakat Gresik akan semakin meningkat,” tuturnya.
Salah satu penerima bantuan, Sarpi, warga Desa Mojowuku, mengaku bantuan tersebut sangat membantu keluarganya yang selama ini belum mampu memperbaiki kondisi rumah karena keterbatasan ekonomi.
“Saya sangat senang dan bersyukur menerima bantuan ini. Selama ini saya memang kesulitan memperbaiki rumah karena keterbatasan biaya. Bantuan ini sangat berarti bagi saya,” ungkap Sarpi.
Melalui Program RTLH, Pemkab Gresik berharap semakin banyak masyarakat dapat menikmati rumah yang layak huni. Selain meningkatkan kualitas tempat tinggal, program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengurangi kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (bas/arf)