JAVASATU.COM- Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, 7-8 Februari 2026, bukan sekadar agenda keagamaan. Momentum ini menjadi panggung kolaborasi lintas agama dan organisasi kemasyarakatan yang menunjukkan praktik nyata Bhinneka Tunggal Ika di Kota Malang.

Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Malang Peduli Demokrasi (MPD), Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya, hingga Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) menyatakan dukungan penuh demi kelancaran acara yang diperkirakan dihadiri ribuan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia.
Presiden MPD, Imam Muslich, mengatakan pihaknya menyiapkan dukungan konkret berupa ambulans, tenaga medis, obat-obatan ringan, hingga konsumsi bagi jemaah.
“Kami menyiapkan ambulans dan tenaga medis yang akan siaga selama kegiatan berlangsung. Selain itu, makanan ringan, air mineral, teh, dan kopi juga kami sediakan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan,” ujarnya dalam konferensi pers di Rumah Makan Kertanegara, Kota Malang, Senin (2/2/2026).
Menurut Imam, Harlah ke-103 NU menjadi momentum kebersamaan lintas organisasi dan agama di Malang sekaligus mempertegas peran NU dalam memperkuat nilai moderasi, persaudaraan, dan kemanusiaan.
Ketua FKAUB Malang Raya, RM Eko Atmono, menilai peringatan Harlah NU kali ini merefleksikan budaya damai yang telah lama tumbuh di Kota Malang. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai simbol persatuan Nusantara.
Senada, Sekretaris Jenderal FKAUB Malang Raya, Pdt. David Tobing, menyatakan bahwa keterlibatan tokoh lintas agama dalam peringatan Harlah NU menjadi pembeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Ini menunjukkan Malang sebagai kota moderasi yang benar-benar mempraktikkan Bhinneka Tunggal Ika. Kami pastikan suplai air dan snack bagi ribuan jemaah tercukupi,” katanya.
Dukungan juga datang dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kota Malang. Dewan Pakar INTI, George da Silva, menegaskan komitmennya untuk turut menyukseskan peringatan Harlah NU.
“Kami siap bahu-membahu demi kelancaran kegiatan ini,” ujarnya.
Sementara itu, unsur pengamanan turut diperkuat oleh PAC Klojen Pemuda Pancasila Kota Malang. Imam Muchlis menyatakan pihaknya akan menempatkan personel di sejumlah titik guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama acara berlangsung.
“Kami akan bersiaga di titik-titik yang telah ditentukan agar Kota Malang tetap aman. NKRI harga mati, Pancasila abadi,” tegasnya.
Dengan kolaborasi lintas agama, etnis, dan organisasi kemasyarakatan, Harlah ke-103 NU di Malang tak hanya menjadi perayaan hari lahir organisasi Islam terbesar di Indonesia, tetapi juga cerminan nyata semangat persatuan dalam keberagaman. (saf)