JAVASATU.COM- Gelaran Proliga 2026 di GOR Ken Arok, Kota Malang, tak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 22 UMKM dilibatkan dalam seri yang berlangsung pada 5-8 Februari 2026 tersebut.

Ketua Pelaksana Tuan Rumah, Berno Syamsul Fisahwan, mengatakan pelibatan UMKM menjadi bagian dari upaya mendorong perputaran ekonomi selama ajang bola voli tertinggi di Indonesia itu digelar di Kota Malang.
“Sebanyak 22 UMKM terlibat, termasuk 10 UMKM mitra binaan kategori makanan dan minuman. Ini bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi lokal,” ujar Berno, Rabu (4/2/2026).
Selain membuka ruang bagi UMKM, panitia juga menyiapkan penjualan tiket secara online melalui aplikasi MyPertamina sejak 3 Februari dan offline di booth GOR Ken Arok mulai 4 Februari. Harga tiket dibanderol Rp250 ribu untuk VIP dan Rp100 ribu untuk reguler.
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan pertandingan, pengamanan diperkuat dengan 100 personel gabungan TNI-Polri. Seluruh sarana dan prasarana pertandingan juga diklaim telah dipersiapkan hingga laga terakhir.
Seri Malang menghadirkan tim voli putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) yang menjalani laga kandang menghadapi Jakarta Electric PLN Mobile dan Medan Falcons. Pertandingan ini krusial bagi JPE dalam menjaga persaingan papan atas klasemen Proliga 2026.
Manager Corporate Brand PT Pertamina (Persero), Andar Titi Lestari, menyebut dukungan terhadap Proliga merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam pengembangan olahraga nasional.
“Pertamina mendukung Proliga sebagai kompetisi voli tertinggi di Indonesia sekaligus mendorong sportivitas dan prestasi. Kami juga ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Chef de Mission JPE, Werry Prayogi, menambahkan timnya mencatat lima kemenangan dalam empat pekan awal kompetisi. Posisi tersebut menempatkan JPE dalam persaingan papan atas musim ini.
Sejak debut pada 2013, tim voli putri milik Pertamina ini telah meraih tiga gelar juara Proliga, yakni pada 2014, 2018, dan 2025, serta beberapa kali menjadi runner-up.
Dengan atmosfer suporter yang kuat, gelaran Proliga 2026 di Malang tak hanya menjadi ajang perebutan poin, tetapi juga momentum pergerakan ekonomi daerah melalui keterlibatan UMKM dan aktivitas pendukung lainnya. (dop/nuh)