JAVASATU.COM- Sebuah speedboat berbahan fiberglass hasil karya warga binaan Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, mencuri perhatian di ajang Indonesia Motor Show (IMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Kapal sepanjang enam meter itu dipamerkan di tengah deretan kendaraan otomotif, Sabtu (7/2/2026).

Speedboat bernama SB-6 (Suka Boat 6 Meter) tersebut merupakan produk program pembinaan kemandirian bertajuk SUKAKAPAL yang digagas Lapas Sukamiskin. Program ini membekali warga binaan dengan keterampilan pembuatan kapal berbahan fiberglass dan aluminium sesuai standar industri.
Kepala Seksi Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas I Sukamiskin, Andi Wahyu Giatja, mengatakan keikutsertaan SB-6 di pameran internasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pembuatnya.
“Warga binaan merasa senang dan bangga karena hasil kerja mereka diakui dan bisa dipamerkan di ajang sebesar ini,” ujar Andi di booth SUKAKAPAL, IMS 2026.
SB-6 dirancang sebagai speedboat multifungsi dengan kapasitas enam penumpang dan daya angkut hampir setengah ton. Kapal ini dapat digunakan untuk rekreasi, transportasi perairan, memancing, diving, hingga kebutuhan SAR. Material fiberglass dipilih karena ringan, tahan lama, dan minim perawatan.
Andi menjelaskan, dalam program SUKAKAPAL, warga binaan tidak hanya diajarkan teknik produksi seperti pencetakan fiberglass, penyusunan rangka, dan pembacaan desain, tetapi juga disiplin kerja, manajemen waktu, serta standar kualitas industri. Proses produksi melibatkan narasumber profesional di bidang perkapalan, dan setiap kesalahan teknis dievaluasi hingga memenuhi standar.
Selain memproduksi speedboat, program ini juga mengembangkan modernisasi kapal nelayan tradisional dengan tetap mempertahankan bentuk asli, namun mengganti material kayu menjadi fiberglass atau aluminium. Pendekatan tersebut dilakukan agar inovasi teknologi tetap menghormati budaya dan kebiasaan nelayan.
Tak hanya itu, SUKAKAPAL juga mengembangkan kapal berukuran lebih besar untuk kebutuhan patroli dan utilitas. Warga binaan dengan latar belakang teknik perkapalan, mesin, material, hingga desain dilibatkan dalam pengembangan produk yang lebih kompleks.
Program ini menjadi bagian dari strategi pembinaan pemasyarakatan berbasis keterampilan. Harapannya, warga binaan memiliki bekal kompetensi saat kembali ke masyarakat.
“Kami berharap mereka punya kesempatan bekerja secara layak setelah bebas. Industri perkapalan dan produk fiberglass masih memiliki pasar luas,” kata Andi.
Kehadiran SB-6 di Indonesia Motor Show 2026 menjadi simbol bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada masa hukuman, tetapi juga pada masa depan. Dari balik tembok Lapas Sukamiskin, sebuah kapal kini berlayar menuju panggung internasional. (arf)