email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Rabu, 11 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pasar Panganan Giri Biyen, Nostalgia Kuliner Sunan Giri

by Sudasir Al Ayyubi
10 Februari 2026

JAVASATU.COM- Ribuan warga memadati Pasar Panganan Giri Biyen di Kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Pasar kuliner jadul ini menghadirkan kembali jejak panganan era Sunan Giri dan Kerajaan Giri Kedaton yang kini mulai jarang ditemui.

(Foto: Javasatu.com)

Sebanyak 120 jenis makanan dan jajanan tradisional dijajakan di 43 stan sepanjang gang kampung. Dalam waktu kurang dari dua jam, sebagian besar panganan ludes diserbu pembeli. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, mulai Rp2 ribu hingga Rp10 ribu.

Pengunjung dari berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto hingga Lamongan sudah memadati lokasi. Meski berada di gang sempit, antusiasme warga tak surut untuk berburu kuliner tempo dulu.

Ketua Pasar Panganan Giri Biyen, Nurul Huda, mengatakan kegiatan ini telah digelar untuk ketiga kalinya. Tujuannya untuk melestarikan warisan kuliner peninggalan Sunan Giri sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku UMKM setempat.

“Ada sekitar 120 jenis panganan jadul yang dijual. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga untuk mengangkat perekonomian UMKM agar lebih sejahtera,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Pencetus ide kegiatan, Muhammad Ma’arif, menyebut sejumlah makanan khas yang dihadirkan di antaranya kupat ketek berbahan beras ketan, bubur masen, sego roomo, nasi bukhori, pleret, hingga lontong roomo khas Giri. Beberapa di antaranya bahkan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.

“Kupat ketek sudah menjadi warisan budaya tak benda. Makanan di sini memang unik dan harganya sangat terjangkau,” kata Ma’arif.

BacaJuga :

Jelang Ramadan, Cabai Rawit di Kota Batu Tembus Rp90 Ribu Per Kilogram

Terlilit Utang, Tiga Pria Nekat Curi Dua Truk di Gresik

Suasana nostalgia semakin terasa karena transaksi jual beli menggunakan uang dobog, koin berlubang menyerupai alat tukar tempo dulu. Namun, panitia tetap melayani pembayaran dengan rupiah bagi pengunjung yang tidak menukarkan uangnya.

“Pasar Panganan Giri Biyen menjadi upaya merawat warisan kuliner Sunan Giri sekaligus menghidupkan kembali tradisi kebersamaan masyarakat tempo dulu di Gresik,” imbuhnya.

Selain kuliner, sejumlah pedagang juga menjajakan mainan tradisional anak seperti kapal-kapalan. Banyak pengunjung menikmati makanan dengan lesehan sederhana di sepanjang kampung, sementara lainnya memilih membungkus untuk dibawa pulang.

Salah satu pengunjung, Rani, warga Gresik, mengaku penasaran ingin mencicipi makanan khas Giri yang kini sulit ditemukan.

“Belanja nasi bukhori khas Giri, juga beli pleret dan lontong roomo. Rasanya khas dan bikin nostalgia,” ujarnya. (bas/nuh)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Kabupaten GresikPasar RakyatSunan Giri
ADVERTISEMENT

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Jelang Ramadan, Cabai Rawit di Kota Batu Tembus Rp90 Ribu Per Kilogram

Terlilit Utang, Tiga Pria Nekat Curi Dua Truk di Gresik

Truk dan Motor Curian di Gresik Kembali ke Pemilik

Modus COD Facebook, Mahasiswa di Gresik Gasak Motor saat Test Drive

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Rembuk Akur di Bawean, Wabup Gresik Serap Aspirasi Infrastruktur hingga Pupuk

UNIRA Malang Dampingi Program SIKAP di SLB BC Kepanjen

Lapas Malang Gandeng Dinkes Gelar VCT Mobile, 155 Warga Binaan Diperiksa

Amukan Api Hanguskan 15 Ribu Ayam di Jalibar Batu, Kerugian Rp 1 Miliar

Harga Bapokting di Pasar Kepanjen Malang Masih Stabil, Cabai Rawit Sempat Naik

Prev Next

POPULER HARI INI

Amukan Api Hanguskan 15 Ribu Ayam di Jalibar Batu, Kerugian Rp 1 Miliar

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

FKAUB, MPD dan INTI Buktikan Toleransi di Malang saat Harlah Seabad NU

UNIRA Malang Dampingi Program SIKAP di SLB BC Kepanjen

BERITA LAINNYA

HPN 2026, Wali Kota Malang Terima Trofi Abyakta Kebudayaan dari PWI Pusat

HUT ke-6 JMSI, Soroti Gempuran AI dan Algoritma Medsos

HUT ke-18 Gerindra, DPC Kota Kediri Targetkan 7 Kursi DPRD di Pemilu Mendatang

Cak Imin Buka Puncak HPN 2026 di Banten, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

Sertijab Kodim Wonosobo, Sambut Kapten Masraniansyah Lepas Kapten Redo

Nabila Ellisa Rilis EP “GERD”, Angkat Luka Batin Lewat Lagu “Tanyaku”

Immersion by Lexus Pamerkan Karya Oliver Wihardja untuk Sibolga

H Saimo Pimpin IKG 2026-2031, RUAP Sahkah AD/ART Baru

Pengukuhan MUI 2025-2030, Prabowo: Ulama-Umara Bersatu Berantas Korupsi

Speedboat Karya Warga Binaan Lapas Sukamiskin Tampil di Indonesia Motor Show 2026

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

Sepak Bola Malang Raya Jalan di Tempat, Siapa yang Salah?

Ketua IPSI Zia’ul Haq Resmi Daftar Calon Ketua KONI Kabupaten Malang

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d