email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Rabu, 15 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pasar Panganan Giri Biyen, Nostalgia Kuliner Sunan Giri

by Sudasir Al Ayyubi
10 Februari 2026

JAVASATU.COM- Ribuan warga memadati Pasar Panganan Giri Biyen di Kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Pasar kuliner jadul ini menghadirkan kembali jejak panganan era Sunan Giri dan Kerajaan Giri Kedaton yang kini mulai jarang ditemui.

(Foto: Javasatu.com)

Sebanyak 120 jenis makanan dan jajanan tradisional dijajakan di 43 stan sepanjang gang kampung. Dalam waktu kurang dari dua jam, sebagian besar panganan ludes diserbu pembeli. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, mulai Rp2 ribu hingga Rp10 ribu.

Pengunjung dari berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto hingga Lamongan sudah memadati lokasi. Meski berada di gang sempit, antusiasme warga tak surut untuk berburu kuliner tempo dulu.

Ketua Pasar Panganan Giri Biyen, Nurul Huda, mengatakan kegiatan ini telah digelar untuk ketiga kalinya. Tujuannya untuk melestarikan warisan kuliner peninggalan Sunan Giri sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku UMKM setempat.

“Ada sekitar 120 jenis panganan jadul yang dijual. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga untuk mengangkat perekonomian UMKM agar lebih sejahtera,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Pencetus ide kegiatan, Muhammad Ma’arif, menyebut sejumlah makanan khas yang dihadirkan di antaranya kupat ketek berbahan beras ketan, bubur masen, sego roomo, nasi bukhori, pleret, hingga lontong roomo khas Giri. Beberapa di antaranya bahkan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.

“Kupat ketek sudah menjadi warisan budaya tak benda. Makanan di sini memang unik dan harganya sangat terjangkau,” kata Ma’arif.

BacaJuga :

Pengamat Nilai UNIPOL Jadi Instrumen Strategis Polri Perkuat SDM dan Peradaban Bangsa

BNN dan MUI Gresik Bersatu, Lawan Narkoba Lewat Jalur Keagamaan

Suasana nostalgia semakin terasa karena transaksi jual beli menggunakan uang dobog, koin berlubang menyerupai alat tukar tempo dulu. Namun, panitia tetap melayani pembayaran dengan rupiah bagi pengunjung yang tidak menukarkan uangnya.

“Pasar Panganan Giri Biyen menjadi upaya merawat warisan kuliner Sunan Giri sekaligus menghidupkan kembali tradisi kebersamaan masyarakat tempo dulu di Gresik,” imbuhnya.

Selain kuliner, sejumlah pedagang juga menjajakan mainan tradisional anak seperti kapal-kapalan. Banyak pengunjung menikmati makanan dengan lesehan sederhana di sepanjang kampung, sementara lainnya memilih membungkus untuk dibawa pulang.

Salah satu pengunjung, Rani, warga Gresik, mengaku penasaran ingin mencicipi makanan khas Giri yang kini sulit ditemukan.

“Belanja nasi bukhori khas Giri, juga beli pleret dan lontong roomo. Rasanya khas dan bikin nostalgia,” ujarnya. (bas/nuh)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Kabupaten GresikPasar RakyatSunan Giri

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Pengamat Nilai UNIPOL Jadi Instrumen Strategis Polri Perkuat SDM dan Peradaban Bangsa

BNN dan MUI Gresik Bersatu, Lawan Narkoba Lewat Jalur Keagamaan

Yuk Daftar! Lomba Video Konten Literasi 2026 di Malang Dibuka

Sidak Satpol PP Jaring Belasan ASN Gresik Keluyuran di Jam Dinas

Tak Ada Rekrutmen CPNS 2026 di Gresik, Warga Diminta Waspada Penipuan

MCC Bukan Beban APBD: Kekeliruan Cara Pandang dalam Membaca Ekonomi Kreatif

Warga Kembru Kembali dari Pengungsian, Kibarkan Bendera Merah Putih

Andrew Robertson Susul Mohamed Salah? Liverpool Terancam Kehilangan Dua Pilar

Pengedar Sabu di Ampelgading Malang Dibekuk, 12 Paket Siap Edar Disita

Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah hingga Desa, Cegah Salah Sasaran

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kota Malang Sahkan 3 Perda, Atur Parkir hingga Pemajuan Kebudayaan

KKI Jatim Juara Umum Kejurprov FORKI 2026, Borong 9 Emas di Malang

Bakorwil Malang Luncurkan Vestawil, Program Ekonomi Hijau untuk Petani

Andrew Robertson Susul Mohamed Salah? Liverpool Terancam Kehilangan Dua Pilar

MCC Bukan Beban APBD: Kekeliruan Cara Pandang dalam Membaca Ekonomi Kreatif

BERITA LAINNYA

Pengamat Nilai UNIPOL Jadi Instrumen Strategis Polri Perkuat SDM dan Peradaban Bangsa

MCC Bukan Beban APBD: Kekeliruan Cara Pandang dalam Membaca Ekonomi Kreatif

Warga Kembru Kembali dari Pengungsian, Kibarkan Bendera Merah Putih

Andrew Robertson Susul Mohamed Salah? Liverpool Terancam Kehilangan Dua Pilar

Di Balik Hutan Pegunungan Bintang, Ladang Ganja Terungkap

MCC Bukan Beban APBD, Tapi Mesin Masa Depan Kota Kreatif Dunia

Sultan Tazzam Siap Tarung di NEX Road to Champion, Hadapi Mustakin Hasan di Jakarta

Analis Publik Dukung Langkah Tegas Menteri Imipas Berantas Narkoba di Lapas

Novel ‘Cinta Segitiga di Langit Kediri’ Resmi Rilis, Karya Musab Soemardjan Tuai Apresiasi

Menteri Imipas Tegas Berantas Narkotika di Lapas, Oknum Petugas Terlibat Dipecat

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut

Internet Rakyat Hadir di Blitar, Tarif Rp100 Ribu per Bulan Kecepatan 100 Mbps

141 PNS Sidoarjo Terima SK Pensiun April-Juni 2026, Pemkab Apresiasi Pengabdian

KKI Jatim Juara Umum Kejurprov FORKI 2026, Borong 9 Emas di Malang

DPRD Kota Malang Sahkan 3 Perda, Atur Parkir hingga Pemajuan Kebudayaan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d