JAVASATU.COM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik mengukuhkan 42 Kader Penggerak (KP) MUI Desa se-Kecamatan Panceng di Pondok Pesantren Al Ikhlas Mulyorejo, Rabu (11/3/2026). Pengukuhan ini dilakukan untuk memperkuat peran ulama di tingkat desa sekaligus memastikan program dan fatwa MUI tersampaikan langsung kepada masyarakat.

Pengukuhan dipimpin Ketua Umum MUI Gresik Ainur Rofiq Thoyyib dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris Umum MUI Gresik Makmun. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pengurus MUI, Forkopimcam Panceng, para kepala desa, serta tokoh agama setempat.
Sebanyak 42 kader yang berasal dari 14 desa di Kecamatan Panceng resmi dilantik untuk menjadi penggerak dakwah dan penghubung antara MUI dengan masyarakat desa.
Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib menegaskan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi perbedaan pandangan keagamaan di tengah masyarakat.
“Di Ma’had Aly Langitan saya mengajar madzaibul arba’ah. Hikmahnya ketika saya di MUI, kita tidak mudah menyalahkan yang lain,” ujarnya.
Menurutnya, MUI merupakan wadah para ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim yang memiliki peran strategis dalam membimbing umat serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
“MUI adalah shodiqul hukumah dan khodimul umat. Karena itu KP MUI Desa ini penting agar fatwa dan tausiyah MUI bisa sampai langsung kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghadiri majelis ilmu untuk memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada momentum peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah yang turut dirangkai dalam kegiatan tersebut.
“Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, tetapi harus dipelajari melalui majelis ilmu,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Panceng Alfin Sunhaji mengatakan setelah pengukuhan kader penggerak desa, pihaknya akan semakin aktif turun langsung ke masyarakat.
“Kami ini sudah terlanjur menjadi Ketua MUI Panceng, maka gerakannya harus gas pol. Dengan pengukuhan KP MUI Desa ini kami akan bergerak langsung ke desa-desa agar bisa menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa MUI Panceng sedang merintis program Madrasah Lansia, yakni ruang pembelajaran agama bagi masyarakat lanjut usia agar tetap dapat memperdalam ilmu keislaman.
“Kami merintis Madrasah Lansia agar para orang tua tetap memiliki ruang belajar agama dan bisa mengisi masa tua dengan kegiatan yang bermanfaat,” jelasnya.
Mewakili Forkopimcam Panceng, Kapolsek Panceng Khoirul Alam menyampaikan apresiasi atas pengukuhan kader tersebut dan berharap MUI Panceng terus berperan menjaga kerukunan masyarakat.
“Kami mewakili Forkopimcam Panceng menyampaikan selamat dan sukses. Semoga MUI Panceng semakin aktif dan turut menjaga masyarakat tetap guyup rukun,” katanya.
Dukungan juga disampaikan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Panceng sekaligus Kepala Desa Surowiti Muhammad Son Haji yang menegaskan komitmen para kepala desa untuk mendukung program Kader Penggerak MUI Desa.
“Kami para kepala desa siap dan berkomitmen mendukung KP MUI Desa agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan pengukuhan tersebut diawali dengan buka puasa bersama sekitar 500 warga. Dalam kesempatan itu panitia juga menyalurkan 55 paket santunan kepada marbot masjid, mudinah, penggali kubur, serta anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan. (bas/arf)