JAVASATU.COM- Program Desa Maslahah menetapkan lima isu prioritas yang akan menjadi fokus pengembangan Desa Kampung Baru, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Kesepakatan itu dihasilkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di musala desa setempat, Minggu (31/5/2026) lalu.

FGD melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk merumuskan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga berdasarkan hasil survei lapangan.
“FGD ini dilaksanakan untuk menetapkan isu-isu prioritas yang dapat menjadi arah pengembangan Desa Kampung Baru dalam lima tahun ke depan,” ujar fasilitator FGD, Zainuddin.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Desa Maslahah yang didampingi mahasiswa KKN-T Kelompok 2 Universitas Al-Qolam Malang.
Sebanyak 41 peserta hadir, terdiri dari unsur MWC, ranting, IPNU, IPPNU, Ansor, Muslimat, Fatayat, perangkat desa, pendamping survei, mahasiswa, dan tokoh masyarakat.
“Keterlibatan berbagai elemen masyarakat penting agar program yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa,” katanya.
Sebelum diskusi berlangsung, peserta menerima pemaparan hasil survei populasi dan aset desa dari Admin SIWANU. Forum kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil baseline survey yang dilakukan masing-masing kelompok.
“Hasil survei menjadi dasar untuk mengidentifikasi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama,” jelas Zainuddin.
Dari hasil pembahasan, forum menetapkan lima isu prioritas yang akan menjadi fokus tindak lanjut Program Desa Maslahah, yakni Madrasah Diniyah (Madin), anak putus sekolah, pemulasaran jenazah, pendampingan mualaf, dan seminar zakat mal.
“Kelima isu tersebut dipilih berdasarkan hasil survei serta masukan dari peserta yang mewakili berbagai unsur masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, isu-isu tersebut akan dibahas lebih mendalam pada FGD tahap berikutnya guna menyusun program yang lebih terarah dan tepat sasaran.
“Harapannya, program yang dirancang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Kampung Baru,” katanya.
FGD berlangsung aktif dengan berbagai masukan dan usulan dari peserta. Hasil forum ini selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan langkah strategis pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Kami akan melanjutkan pembahasan melalui FGD tahap kedua agar program yang disepakati dapat dimatangkan dan diimplementasikan secara efektif,” pungkas Zainuddin. (arf)