email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 3 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kabupaten Malang Diusulkan Jadi Pusat Belajar Pancasila Berbasis Pesantren

by Agung Baskoro
13 Juni 2026

JAVASATU.COM- Penggagas Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad mengusulkan Kabupaten Malang menjadi pusat pembelajaran Pancasila berbasis pesantren. Gagasan itu muncul sebagai upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus membentengi masyarakat dari berbagai pengaruh ideologi yang dinilai tidak sejalan dengan Pancasila.

Penggagas Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. (Foto: Ist/Javasatu.com)

“Kami berharap Kabupaten Malang dikenal sebagai kabupaten pesantren Pancasila. Siapa pun dari luar daerah yang ingin belajar tentang Pancasila, kami persilakan datang ke pesantren-pesantren di Kabupaten Malang,” kata KH Thoriq bin Ziyad, Sabtu (13/6/2026), saat diwawancarai wartawan.

Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Pagelaran, Kabupaten Malang itu menilai pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila yang sesuai dengan karakter keindonesiaan. Menurutnya, penguatan pendidikan Pancasila berbasis pesantren penting dilakukan di tengah berbagai tantangan ideologi yang berkembang saat ini.

“Satu-satunya jalan yang sudah terbukti dan teruji adalah Pancasila. Nilai-nilai itu mampu menyatukan berbagai perbedaan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

KH Thoriq mengatakan Kabupaten Malang memiliki nilai historis yang kuat untuk menjadi percontohan pendidikan Pancasila berbasis pesantren. Salah satunya karena keberadaan Candi Jago yang disebut menjadi salah satu sumber inspirasi bagi Presiden pertama RI Soekarno dalam menggali nilai-nilai Pancasila.

“Fakta sejarah menunjukkan Malang pernah menjadi pusat pembelajaran etika dan estetika pada masa Majapahit. Candi Jago menjadi salah satu artefak penting yang memiliki nilai sejarah tersebut,” katanya.

Menurut KH Thoriq, terwujudnya Kabupaten Malang sebagai pusat belajar Pancasila berbasis pesantren membutuhkan dukungan pemerintah daerah serta kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk Nahdlatul Ulama (NU).

BacaJuga :

Pecinta Kaos Band Merapat! Band T-Shirt Day Pertama Bakal Hadir di Malang

75 Senjata Diserahkan Sukarela ke TNI di Maluku Utara

“Pesantren dan pemerintah harus bersinergi menjaga ideologi bangsa. NU juga harus menjadi garda terdepan dalam memberikan teladan pengamalan Pancasila yang baik dan benar di lingkungan pesantren,” ucapnya.

Ia menegaskan pesantren selama ini telah berkontribusi besar dalam menjaga moral bangsa dan menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Karena itu, penguatan pendidikan Pancasila melalui pesantren dinilai menjadi salah satu langkah untuk memperkokoh persatuan bangsa.

“Pesantren sejak dahulu mengajarkan akhlak, moral dan cinta tanah air. Nilai-nilai itu harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” pungkasnya. (agb/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Hari Santri NasionalKabupaten MalangKecamatan PagelaranPancasilaPesantren

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Pecinta Kaos Band Merapat! Band T-Shirt Day Pertama Bakal Hadir di Malang

75 Senjata Diserahkan Sukarela ke TNI di Maluku Utara

Prof Reda Manthovani Minta Satlinmas dan BPD Perkuat Soliditas

4.444 Kali Sholawat Nariyah Dibaca, NU Tebuwung Doakan Kantor Baru

Ketum PWI: Negara Perlu Jaga Ekosistem Pers di Era Algoritma

Sandi Fahmi Dilantik, Bagaimana Nasib Kursinya Jika Hamzah Menang di Pengadilan?

Ketum PWI dan KDM Ingatkan Pers Jaga Independensi di Era AI

Polisi Tangkap Tersangka Pencurian di Masjid dan Sekolah Purworejo Jateng

8.000 Satlinmas Jateng Serukan “Jaga Desa, Jaga Indonesia”

Aktivis Agraria Afri Faturahman Nahkodai PK KNPI Lengkong Sukabumi

Prev Next

POPULER HARI INI

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

BERITA LAINNYA

Pecinta Kaos Band Merapat! Band T-Shirt Day Pertama Bakal Hadir di Malang

75 Senjata Diserahkan Sukarela ke TNI di Maluku Utara

Prof Reda Manthovani Minta Satlinmas dan BPD Perkuat Soliditas

4.444 Kali Sholawat Nariyah Dibaca, NU Tebuwung Doakan Kantor Baru

Ketum PWI: Negara Perlu Jaga Ekosistem Pers di Era Algoritma

Sandi Fahmi Dilantik, Bagaimana Nasib Kursinya Jika Hamzah Menang di Pengadilan?

Ketum PWI dan KDM Ingatkan Pers Jaga Independensi di Era AI

Polisi Tangkap Tersangka Pencurian di Masjid dan Sekolah Purworejo Jateng

8.000 Satlinmas Jateng Serukan “Jaga Desa, Jaga Indonesia”

Aktivis Agraria Afri Faturahman Nahkodai PK KNPI Lengkong Sukabumi

Prev Next

POPULER MINGGU INI

HUT ke-81 TNI, Andika Perkasa Titip Pesan soal Profesionalisme

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved