Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Kejar Target Stunting 14,2 Persen, Pemkab Gresik Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
17 Juni 2026

JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting guna mencapai target prevalensi 14,2 persen pada 2029.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sinkronisasi Program dan Pendampingan Web Pelaporan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (Web Bangda) Tahun 2026 di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Rabu (17/6/2026).

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. (Dok: Pemkab Gresik)

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan penanganan stunting merupakan agenda prioritas nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.

“Ini bukan pekerjaan satu OPD, bukan pekerjaan sektor kesehatan saja. Penurunan stunting adalah kerja bersama yang membutuhkan komitmen seluruh pihak,” ujar Alif saat membuka kegiatan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional masih berada di angka 19,8 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 14,2 persen pada 2029 sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Sementara prevalensi stunting di Kabupaten Gresik pada 2024 tercatat sebesar 15,2 persen.

Menurut Alif, keberhasilan menurunkan stunting sangat bergantung pada aksi konvergensi yang terkoordinasi dan berbasis data. Karena itu, seluruh elemen harus bergerak dalam satu arah untuk mencapai sasaran yang sama.

“Konvergensi berarti seluruh pihak bergerak bersama. Kabupaten tidak bisa berjalan sendiri, kecamatan tidak bisa berjalan sendiri, desa juga tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus terkoordinasi dan saling menguatkan untuk mencapai tujuan yang sama,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini mendorong transformasi penanganan stunting dari pendekatan administratif menuju pendekatan yang berorientasi pada hasil. Integrasi data melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan Web Bangda diharapkan mampu membuat intervensi lebih tepat sasaran.

Alif juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari dampak nyata terhadap perbaikan status gizi anak.

“Kita tidak boleh hanya berfokus pada output kegiatan. Hal yang paling penting adalah dampaknya. Apakah angka stunting benar-benar turun, apakah anak-anak yang menjadi sasaran mengalami perbaikan status gizi. Kalau tidak ada dampaknya, maka program harus dievaluasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gresik Edi Hadisiswoyo mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyelaraskan program percepatan penurunan stunting agar berjalan lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan kepada kelompok sasaran prioritas.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun integrasi program lintas sektor, peningkatan efektivitas penggunaan anggaran, penguatan layanan bagi kelompok sasaran prioritas, serta kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, kecamatan, puskesmas, desa, dan seluruh pihak terkait,” ujar Edi.

Pemkab Gresik menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14,2 persen pada 2029, sejalan dengan target nasional. Berbagai intervensi yang dilakukan meliputi penanganan kekurangan energi kronik pada ibu hamil, pemberian makanan tambahan bagi balita, suplementasi gizi mikro, pemenuhan ASI eksklusif, serta pendampingan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). (bas/arf)

Tags: Kabupaten GresikPemerintahpemerintahanPemkab Gresik
Previous Post

DPRD Kota Batu Setujui APBD 2025, Soroti PAD dan SiLPA Rp126 Miliar

Next Post

SPMB 2026/2027 Kota Batu Membludak, DPKB Minta Pelayanan Lebih Nyaman

Related Posts

Wabup Gresik Gandeng FKPP Permudah Perizinan Pondok Pesantren
Pemerintahan

Wabup Gresik Gandeng FKPP Permudah Perizinan Pondok Pesantren

7 November 2026
DPRD Kota Malang Minta PAD Naik Tanpa Tambah Beban Pajak Warga
Pemerintahan

DPRD Kota Malang Minta PAD Naik Tanpa Tambah Beban Pajak Warga

6 November 2026
Wabup Gresik Minta Perubahan Data SIPD APBD 2027 Diawasi Ketat
Pemerintahan

Wabup Gresik Minta Perubahan Data SIPD APBD 2027 Diawasi Ketat

6 November 2026
Pemkot Malang Terapkan e-BMD, Perketat Pengawasan Aset Daerah
Pemerintahan

Pemkot Malang Terapkan e-BMD, Perketat Pengawasan Aset Daerah

4 November 2026
Pemkab Kediri Prioritaskan Pelayanan Publik dalam APBD 2027
Pemerintahan

Pemkab Kediri Prioritaskan Pelayanan Publik dalam APBD 2027

3 November 2026
Pemkab Kediri Ajukan APBD 2027 Rp 3,147 Triliun, Fokus Ekonomi Kerakyatan
Pemerintahan

Pemkab Kediri Ajukan APBD 2027 Rp 3,147 Triliun, Fokus Ekonomi Kerakyatan

2 November 2026
Next Post
SPMB 2026/2027 Kota Batu Membludak, DPKB Minta Pelayanan Lebih Nyaman

SPMB 2026/2027 Kota Batu Membludak, DPKB Minta Pelayanan Lebih Nyaman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com