JAVASATU.COM- Kota Malang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung atlet catur nasional. Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Malang berhasil mengantarkan tiga atlet terbaiknya masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Catur Indonesia sebagai persiapan menghadapi berbagai kejuaraan internasional.
Ketiga atlet tersebut adalah Arjuna Satria Pamungkas, Nayaka Budidharma, dan Claretta Nathania Handoko. Keberhasilan mereka menembus Pelatnas menjadi bukti konsistensi pembinaan atlet yang dilakukan Percasi Kota Malang selama beberapa tahun terakhir.

“Kami benar-benar all out membina atlet untuk menghadapi Porprov maupun berbagai event nasional dan internasional. Komitmen kami sederhana, melihat anak-anak berprestasi dan bahagia. Semua pengurus dan pelatih bekerja dengan hati agar pembinaan berjalan maksimal,” kata Ketua Percasi Kota Malang, Thatit Budi Sucahyo, dalam podcast Mbois Sport KONI Kota Malang bersama Javasatu.com, Selasa (30/6/2026).
Thatit mengungkapkan, ketiga atlet tersebut telah menunjukkan kualitasnya di berbagai kejuaraan. Nayaka Budidharma berhasil meraih medali emas pada turnamen internasional di Singapura. Sementara Nayaka bersama Arjuna Satria Pamungkas kembali mempersembahkan dua medali emas bagi Indonesia pada kejuaraan internasional di Hong Kong.
“Saat ini ada tiga atlet catur Kota Malang yang mengikuti Pelatnas, yakni Arjuna Satria Pamungkas, Nayaka Budidharma, dan Claretta Nathania Handoko. Alhamdulillah, Nayaka berhasil meraih medali emas di Singapura, sedangkan Nayaka bersama Arjuna juga menyumbangkan dua medali emas di Hong Kong. Mereka merupakan atlet asli Kota Malang,” ujarnya.
Di balik berbagai prestasi tersebut, Percasi Kota Malang mengaku masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan anggaran pembinaan. Menurut Thatit, kebutuhan biaya atlet yang mengikuti Pelatnas maupun kejuaraan nasional dan internasional cukup besar sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Kendala terbesar kami adalah masalah finansial. Karena itu kami berharap ada perhatian dan apresiasi dari pemerintah, mulai tingkat kelurahan, kecamatan hingga Pemerintah Kota Malang, agar semangat anak-anak terus terjaga,” katanya.
Selain menyuplai atlet ke Pelatnas, Percasi Kota Malang juga terus mempersiapkan regenerasi melalui berbagai kejuaraan berjenjang sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Pada Porprov sebelumnya di Kota Batu, cabang olahraga catur Kota Malang berhasil membawa pulang tiga medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu. Menghadapi Porprov mendatang, Percasi telah menyiapkan 12 atlet terbaik dengan target meraih dua medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.
“Kami menargetkan dua medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Kami telah menyiapkan 12 atlet terbaik dan optimistis target itu bisa tercapai,” jelas Thatit.
Ia berharap prestasi para atlet mampu menjadi motivasi bagi generasi muda Kota Malang untuk menekuni olahraga catur. Menurutnya, dukungan masyarakat dan pemerintah menjadi faktor penting agar pembinaan atlet terus berjalan dan melahirkan pecatur berprestasi di level nasional maupun internasional.
“Kami berharap dukungan penuh dari masyarakat, khususnya Arek Malang. Percasi Kota Malang telah menjadi salah satu lumbung atlet Pelatnas. Dukungan masyarakat akan menjadi motivasi besar bagi atlet-atlet kami untuk terus berprestasi,” pungkas Thatit. (saf)