JAVASATU.COM- Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD Gemas) Kabupaten Wonosobo menggelar rapat koordinasi untuk menyikapi kebijakan terbaru Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk terbitnya Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026. Dalam pertemuan yang digelar Rabu (24/6/2026) malam itu, para mitra dapur juga menyatakan dukungan terhadap rencana aksi damai yang akan digelar pada 1 Juli 2026.

Sedikitnya 50 perwakilan yayasan dan mitra dapur yang tergabung dalam HMD Gemas Wonosobo hadir dalam rapat tersebut. Mereka membahas dampak kebijakan baru BGN terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“HMD Gemas seluruh Indonesia telah sepakat mengambil sikap terhadap Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026 karena dinilai bertentangan dengan Perjanjian Kerja Sama antara BGN dan mitra yang masih berlaku hingga 31 Desember 2026,” kata Ketua HMD Gemas Wonosobo, Andy Sahara.
Andy menegaskan, pihaknya tetap mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program strategis pemerintah. Namun, ia berharap tata kelola program tersebut dapat dijalankan secara profesional agar tidak merugikan mitra maupun masyarakat.
“Kami mendukung Program MBG tetap berjalan. Namun tata kelolanya harus profesional dan memberikan kepastian bagi para mitra yang selama ini terlibat dalam pelaksanaannya,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, HMD Gemas Wonosobo juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait untuk menggelar aksi damai di Wonosobo pada 1 Juli 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program MBG.
Selain membahas isu kebijakan BGN, rapat juga menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi dapur MBG, mulai dari status suspend operasional dapur, pengadaan bahan baku, hingga dugaan praktik oknum yang memanfaatkan mitra untuk kepentingan tertentu.
Kepala Bidang Hukum HMD Gemas Wonosobo, Hendrawan, mengingatkan seluruh pengelola dapur agar mematuhi petunjuk teknis terbaru guna menghindari sanksi suspend yang dapat mengganggu operasional.
“Jika ada oknum yang melakukan intimidasi, pemerasan, atau meminta setoran kepada mitra, segera laporkan kepada pengurus maupun aparat penegak hukum,” tegas Hendrawan.
Dalam sesi diskusi, sejumlah perwakilan SPPG menyampaikan dukungan terhadap aksi damai nasional yang akan digelar awal Juli mendatang. Mereka berharap program MBG tetap berjalan karena dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat.
Perwakilan SPPG Kalibawang, Budi Rohmadi, mendorong agar aksi damai menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pemerintah.
“Kami berharap Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dan menjadi perhatian pemerintah pusat karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan SPPG Purwojiwo, Syukur, meminta pengurus HMD Gemas memberikan pendampingan terhadap dapur-dapur yang mengalami kendala operasional maupun status suspend.
“Kami mendukung aksi damai dan berharap ada pendampingan bagi dapur yang mengalami persoalan di lapangan,” katanya.
Usai rapat koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pemanfaatan platform e-commerce B2B untuk mendukung pengadaan bahan baku dapur MBG. Dalam kesempatan itu, HMD Gemas menghadirkan platform marketplace Dodolan.co.id yang berbasis di Yogyakarta.
Salah satu pendiri Dodolan.co.id, Hapsoro, menjelaskan platform tersebut hadir untuk menghubungkan dapur MBG, koperasi, UMKM, petani, peternak, hingga distributor dalam satu sistem pengadaan yang lebih efisien dan transparan.
“Dodolan hadir untuk mempertemukan dapur MBG dengan supplier terpercaya sehingga proses pengadaan bahan baku menjadi lebih mudah, efisien, dan transparan,” jelas Hapsoro.
Menurutnya, kebutuhan bahan baku dapur MBG yang besar membutuhkan sistem pengadaan yang mampu menjamin ketersediaan barang, stabilitas harga, serta ketepatan distribusi.
Senada, narasumber Dodolan lainnya, Imam Jarkasi, menilai penggunaan e-commerce dapat meningkatkan akuntabilitas pengelolaan program MBG karena seluruh transaksi memiliki jejak digital yang dapat dipertanggungjawabkan.
“E-commerce membantu program BGN berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan karena seluruh transaksi tercatat secara digital,” tegas Imam.
Rapat koordinasi dan sosialisasi tersebut ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tim Dodolan.co.id sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat sinergi antar mitra dapur di Kabupaten Wonosobo. (arf)