JAVASATU.COM- Mahasiswa KKN Kelompok 6 Universitas Al-Qolam Malang bersama Takmir Masjid Baitur Rohim menggelar santunan bagi 35 anak yatim di Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (24/6/2026) malam. Kegiatan yang dirangkai dengan pengajian umum itu menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam memperkuat kepedulian sosial serta integrasi sosial di tingkat desa.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dihadiri Kepala Desa Kaumrejo Ruwanto, perwakilan Kecamatan Ngantang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, serta jamaah Masjid Baitur Rohim. Selain santunan, acara juga diisi tausiyah keagamaan dan doa bersama.
Ketua Takmir Masjid Baitur Rohim, Khoirul Anwar, mengatakan kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan 75 donatur yang ikut berpartisipasi membantu anak-anak yatim di Desa Kaumrejo.
“Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh donatur dan jamaah yang telah membantu menyukseskan acara ini. Meski acara ini dikemas secara sederhana, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anak-anak kita,” ujar Khoirul Anwar.
Menurutnya, santunan anak yatim tidak hanya menjadi kegiatan sosial tahunan, tetapi juga bentuk kepedulian bersama untuk meringankan kebutuhan mereka serta mempererat hubungan antarwarga.
Kepala Desa Kaumrejo, Ruwanto, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN Universitas Al-Qolam yang aktif mendukung kegiatan masyarakat selama menjalankan pengabdian di desa tersebut. Kehadiran mahasiswa dinilai menjadi contoh nyata integrasi sosial antara dunia akademik dan masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan kuatnya solidaritas warga. Mahasiswa KKN tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan warga,” kata Ruwanto.
Dalam kesempatan itu, Ruwanto juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar terus semangat menempuh pendidikan demi meraih masa depan yang lebih baik.
“Anak-anakku, jangan pernah patah semangat. Kalian harus terus menuntut ilmu karena ilmu adalah pintu gerbang kesuksesan. Masih banyak orang di luar sana yang peduli dan menyayangi kalian,” tegasnya.
Puncak acara diisi Mauidhoh Hasanah yang disampaikan Gus Anam dari Dau. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan keutamaan bulan-bulan mulia dalam Islam, termasuk pentingnya memuliakan dan menyantuni anak yatim, terutama pada bulan Muharram.
“Di bulan yang mulia ini, kita disunnahkan untuk menyantuni anak yatim, bahkan dianjurkan untuk mengusap kepala mereka sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan,” jelas Gus Anam.
Selain mengajak jamaah meningkatkan kepedulian sosial, Gus Anam juga mengingatkan pentingnya memperbaiki kualitas ibadah sebagai fondasi kehidupan.
“Jika hubungan kita dengan Allah sudah baik, maka Allah akan mencukupi segala kebutuhan kita, sesuai dengan doa Robbij’alni muqimash-sholah,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan syair Tanpo Waton karya Gus Dur dan dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil yang diikuti seluruh jamaah. Sebanyak 35 anak yatim menerima santunan berupa uang tunai dan beras 5 kilogram untuk membantu kebutuhan sehari-hari. (nuh)