JAVASATU.COM- Kisah hidup Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, Prof. Dr. H. Abdul Chalik, M.Ag., menjadi inspirasi bagi puluhan anak yatim dalam kegiatan Muharram Berbagi 1448 Hijriah yang digelar Yayasan Rumah Umat Peduli Sesama (RUPS) MUI Kabupaten Gresik di Rumah Yatim Al Firman, Perum Pongangan Indah, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Minggu (12/7/2026).

Di hadapan puluhan anak yatim, Prof. Abdul Chalik membagikan perjalanan hidupnya yang telah menjadi yatim sejak usia 10 tahun. Meski hidup dalam keterbatasan, ia mampu menempuh pendidikan hingga meraih gelar guru besar. Menurutnya, status sebagai anak yatim tidak boleh mematahkan semangat untuk meraih cita-cita.
“Saya ini yatim sejak usia 10 tahun. Meskipun saya yatim, asa dan cita-cita tidak boleh terputus. Melalui banyak tangan orang baik, alhamdulillah saya bisa sampai menjadi guru besar. Maka anak-anakku harus optimistis untuk meraih masa depan,” ujar Prof. Abdul Chalik.
Ia menegaskan bahwa menjadi yatim merupakan ketetapan Allah SWT yang harus diterima dengan penuh keyakinan, bukan alasan untuk menyerah dalam menjalani kehidupan.
“Menjadi yatim bukanlah permintaan, menjadi yatim adalah qadarullah. Menjadi yatim bukan berarti putus masa depannya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Abdul Chalik juga mengingatkan keutamaan menyantuni anak yatim sebagaimana sabda Rasulullah SAW.
“Ana wa kafilul yatim fil jannati hakadza. Aku dan orang yang menanggung anak yatim kedudukannya di surga seperti ini,” ujarnya sembari menjelaskan isyarat Rasulullah SAW yang merapatkan jari telunjuk dan jari tengah.
Kegiatan Muharram Berbagi diawali dengan khotmil Al-Qur’an dan dilanjutkan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim. Acara berlangsung hangat dengan dihadiri para donatur, tokoh masyarakat, pengurus yayasan, serta jajaran MUI Kabupaten Gresik.
“MUI Kabupaten Gresik menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh Bapak dan Ibu yang ikut menyukseskan kegiatan ini, sekaligus menyantuni anak-anak yatim di bulan Muharram,” pungkas Prof. Abdul Chalik.
Sementara itu, Ketua Yayasan RUPS MUI Kabupaten Gresik, H. Rasyid Rasminto, mengapresiasi seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim merupakan amal kebajikan yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.
“Kami mewakili RUPS MUI Gresik menyampaikan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh donatur. Semoga kedermawanan Bapak dan Ibu dibalas Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda,” ujarnya.
Rasyid menjelaskan, RUPS MUI Gresik terus mengembangkan berbagai program sosial dan keagamaan. Selain santunan anak yatim, yayasan juga rutin menggelar kegiatan belajar mengajar serta kajian fikih wanita setiap Jumat.
Ia menambahkan, saat ini RUPS MUI Gresik telah resmi menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sehingga memiliki kewenangan menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat yang membutuhkan.
“RUPS MUI Gresik juga telah resmi menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas, sehingga memiliki kewenangan menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Kepala Desa Pongangan, Aang Chunaifi, ST, turut mengapresiasi pelaksanaan Muharram Berbagi yang digelar bertepatan dengan bulan Muharram.
“Bulan Muharram sering juga disebut sebagai bulan anak yatim. Alhamdulillah hari ini kita dapat melaksanakan santunan kepada anak-anak yatim,” katanya.
Aang berharap kepedulian terhadap anak yatim terus tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi amal jariyah bagi seluruh donatur.
“Jazakumullah ahsanal jaza’. Semoga menjadi amal baik, dilapangkan rezekinya, dan kita semua dijauhkan dari bala bencana,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakif Rumah Yatim Al Firman H. Mashudi dan Hj. Ida Lailatussa’diyah, Dewan Pengawas RUPS MUI Gresik Drs. Nur Fakih, serta jajaran pengurus RUPS MUI Gresik, yakni H. Muhammad Salim, M.Pd., H. Khumaidi, S.Ag., Habibur Rohman, S.Pd.I., M.Pd., dan Ahmad Aminuddin, M.A. (bas/arf)