JAVASATU.COM- Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Karimi Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, membekali murid baru dengan edukasi anti-bullying melalui kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027.
Program yang berlangsung pada 12–15 Juli 2026 itu menjadi langkah awal madrasah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter sejak hari pertama sekolah.

MATAMUDA resmi dibuka pada Senin (13/7/2026) oleh Kepala Madrasah MI Al-Karimi. Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan kehadiran para wali murid yang mengantarkan putra-putrinya mengikuti rangkaian kegiatan orientasi di lingkungan madrasah.
“Kegiatan MATAMUDA kami rancang dengan suasana yang menyenangkan, penuh keceriaan, dan edukatif agar setiap murid merasa nyaman beradaptasi dengan lingkungan madrasah,” ujar Wakil Kepala MI Al-Karimi Bidang Kesiswaan, Miftahul Karim.
Selama empat hari pelaksanaan, murid baru mengikuti berbagai materi pembekalan, mulai dari dinamika kelompok, pengenalan lingkungan dan tata tertib madrasah, asesmen diagnostik untuk mengenali gaya belajar siswa, sosialisasi program madrasah, hingga edukasi anti-bullying. Selain itu, peserta juga diajak melakukan refleksi awal tahun ajaran serta berziarah ke makam pendiri Pondok Pesantren Al-Karimi.
“Melalui materi anti-bullying, kami ingin menanamkan sejak dini sikap saling menghargai, menghormati teman, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman bagi seluruh siswa,” kata Miftahul Karim.
Menurutnya, materi anti-bullying menjadi salah satu fokus dalam MATAMUDA karena pembentukan karakter harus dimulai sejak murid pertama kali memasuki lingkungan sekolah. Dengan demikian, budaya saling menghormati dan peduli terhadap sesama dapat tumbuh seiring proses pembelajaran berlangsung.
“Kami berharap seluruh materi dan pembekalan selama MATAMUDA menjadi bekal bagi murid untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan disiplin tinggi, percaya diri, serta mampu membangun hubungan yang baik dengan guru maupun teman-temannya,” jelasnya.
Selain pembentukan karakter, kegiatan orientasi juga dimanfaatkan untuk mengenalkan lingkungan Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren (YPP) Al-Karimi. Para siswa diajak berkeliling kawasan madrasah agar lebih mengenal fasilitas belajar sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.
Melalui MATAMUDA 2026, MI Al-Karimi berharap murid baru dapat beradaptasi lebih cepat, memahami budaya madrasah, serta memiliki semangat belajar yang tinggi. Pembekalan sejak awal tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, bebas bullying, dan mendukung tumbuh kembang karakter peserta didik. (hoo/arf)