JAVASATU.COM- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 Universitas Al-Qolam Malang berhasil menyelesaikan program Analisis Sosial (Ansos) dan pemetaan desa di Desa Kaumrejo sepanjang Mei 2026. Program tersebut bertujuan memetakan potensi sekaligus mengidentifikasi persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran.

Kegiatan diawali dengan pemetaan wilayah, survei populasi, pengukuran Indeks Desa Maslahah (IDM), serta Indeks Keluarga Maslahah (IKM). Data kuantitatif yang terkumpul kemudian dianalisis melalui diskusi kelompok bersama masyarakat untuk menggali persoalan yang berkembang di tingkat desa.
“Seluruh data yang kami himpun tidak berhenti sebagai hasil survei semata, tetapi akan menjadi rekomendasi strategis bagi Pemerintah Desa Kaumrejo dalam menyusun program pembangunan yang lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 6 Universitas Al-Qolam Malang, Hadi Prawira Sumadanu, Senin (13/7/2026).
Dari hasil analisis sosial, mahasiswa KKN menemukan empat persoalan utama yang dinilai perlu segera mendapat perhatian. Persoalan pertama adalah minimnya petugas pemulasaraan jenazah perempuan di setiap dusun. Kondisi tersebut menyebabkan pelaksanaan fardu kifayah kerap terkendala karena masih bergantung pada jumlah tokoh agama yang terbatas.
“Salah satu rekomendasi yang kami dorong adalah pelatihan pemulasaraan jenazah bagi perempuan di setiap dusun agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya.
Temuan kedua berkaitan dengan rendahnya partisipasi generasi muda dalam organisasi kemasyarakatan. Berdasarkan hasil diskusi, banyak pemuda belum memahami pentingnya organisasi desa dan menilai kegiatan yang ada belum mampu menarik minat mereka untuk terlibat aktif.
“Diperlukan inovasi program kepemudaan yang lebih adaptif agar mampu meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan desa,” katanya.
Persoalan berikutnya menyangkut tata kelola tempat ibadah. Tim menemukan masih terdapat pengurus masjid dan musala yang belum memahami manajemen organisasi, administrasi, serta pengelolaan keuangan secara tertib dan profesional.
“Pelatihan administrasi dan tata kelola kelembagaan bagi takmir menjadi salah satu rekomendasi agar pengelolaan tempat ibadah semakin akuntabel dan profesional,” ujarnya.
Selain itu, analisis sosial juga mengungkap masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat, mekanisme, dan transparansi pengelolaan Koin NU. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi optimalisasi penghimpunan dan pemanfaatan dana umat di tingkat desa.
“Sosialisasi mengenai manfaat dan pengelolaan Koin NU secara transparan perlu terus ditingkatkan agar masyarakat semakin memahami dampaknya bagi pemberdayaan umat,” tambahnya.
Seluruh hasil survei IDM, IKM, serta analisis sosial tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Kaumrejo dan para tokoh masyarakat sebagai rekomendasi strategis.
Hasil pemetaan diharapkan menjadi acuan dalam merancang program pembangunan desa, mulai dari pelatihan pemulasaraan jenazah perempuan, penguatan organisasi kepemudaan, peningkatan kapasitas takmir, hingga penguatan edukasi pengelolaan Koin NU.
Program Analisis Sosial yang dilaksanakan mahasiswa KKN Universitas Al-Qolam Malang ini diharapkan dapat menjadi pijakan dalam mewujudkan tata kelola Desa Kaumrejo yang lebih responsif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (nuh)