email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Guru Besar UIN Malang Prof Barizi: Santri Unggul Kunci Indonesia Maju

by Nurul Hakim
11 Juli 2026

JAVASATU.COM- Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, MA, menegaskan bahwa lahirnya santri unggul menjadi salah satu kunci utama mewujudkan Indonesia yang maju di tengah tantangan era global dan digital.

Menurutnya, pesantren harus terus bertransformasi agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, keterampilan, dan karakter yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, MA. (Foto: Ist/Javasatu.com)

Pernyataan tersebut disampaikan Prof Barizi saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik bertema “Generasi Santri Unggul, Integrasi Agama dan Sains” yang diselenggarakan Yayasan Yasmine Indonesia Maju (YIM) di Auditorium Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Kota Malang, Jumat (10/7/2026).

“Santri unggul adalah kunci Indonesia maju. Pesantren harus mampu melahirkan generasi yang memiliki keunggulan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian agar mampu menjawab tantangan global,” ujar Prof Barizi.

Menurut Prof Barizi, sejak awal pesantren hadir sebagai lembaga pendidikan Islam yang lahir dari budaya Indonesia dan berperan membentuk identitas, karakter, serta intelektualitas umat.

Sistem pendidikan berasrama (boarding school) yang diterapkan pesantren dinilai menjadi keunggulan karena memungkinkan proses pembelajaran berlangsung selama 24 jam dengan penanaman nilai agama dan akhlak secara menyeluruh.

“Pesantren bukan sekadar tempat belajar agama, tetapi ruang pembentukan karakter, intelektual, dan spiritual yang berlangsung sepanjang hayat,” katanya.

Namun demikian, ia menilai pesantren juga menghadapi tantangan besar di era global-digital. Di antaranya adalah persoalan orientasi pendidikan, metode pembelajaran yang masih cenderung berfokus pada transmisi keilmuan klasik, serta pola kepemimpinan yang perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Pesantren harus mampu membangun tradisi berpikir kritis, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dan tetap menjaga nilai-nilai keislaman sebagai fondasi,” tegasnya.

BacaJuga :

Guru Kurang, 2.025 GTT Kabupaten Malang Belum Masuk Dapodik

Pimpinan Baru SMP-SMA Dr. Soetomo Dilantik, Disdik Surabaya Dorong Peningkatan Mutu

Prof Barizi menjelaskan, santri masa kini dituntut tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kecakapan abad ke-21. Karena itu, integrasi agama dan sains menjadi kebutuhan agar lulusan pesantren mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Ia menyebut tiga kompetensi utama yang harus dimiliki santri, yakni knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan), dan personality (kepribadian). Ketiganya menjadi fondasi lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Santri harus menjadi pelaku perubahan yang membawa kemajuan bagi masyarakat melalui penguasaan ilmu, keterampilan, dan akhlak yang kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Barizi mendorong pesantren melakukan revitalisasi sistem pendidikan melalui penguatan literasi, karakter, dan kompetensi.

Menurutnya, santri harus dibekali kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan persoalan, serta menghasilkan inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

Ia optimistis pesantren akan tetap relevan menghadapi era global-digital apabila mampu memadukan kekuatan intelektual dan spiritual dalam proses pendidikannya.

“Pesantren adalah laboratorium ilmu sekaligus tempat membangun peradaban. Dari pesantren akan lahir generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, berdaya saing, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam,” pungkasnya. (nuh)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Indonesia MajuKota MalangpendidikanPesantrenProf Barizisantri

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Polisi Gresik Izinkan Tahanan Peluk Anak dan Istri

Antibully Jakarta Festival Jadikan Musik sebagai Jembatan Kesetaraan bagi Anak Berkebutuhan Khusus dan Anak Tipikal

Warga Lapor Judi Sabung Ayam, Polres Malang Langsung Bongkar Arena

Manten Gethek, Saat Sungai Serayu Jadi Pengantin

Guru Kurang, 2.025 GTT Kabupaten Malang Belum Masuk Dapodik

Bupati Gresik Dorong IWAPI Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Festival Muria Raya Hidupkan Tradisi Lewat Gamelan Kaca hingga Seniman Prancis

Cerita Rakyat Sumut Dihidupkan Lagi Lewat Cerpen, 45 Peserta Ikuti Lokakarya

Polres Malang Petakan Jalur Rawan Kecelakaan di Lawang dan Karangploso

HUT ke-78 Polwan, Polres Malang Dorong Polwan Makin Profesional

Prev Next

POPULER HARI INI

UMKM Blitar Terancam, Pengusaha Sound System Minta Kepastian Izin Karnaval

Warga Ciptomulyo Datangi BPN Kota Malang, Pertanyakan Sertifikat Tanah

Piala Soeratin 2026, Tim U-13 dan U-15 Gresik Siap Berlaga di Jember

2.345 Aduan Masuk ke Pemkab Gresik, Wabup Alif: Jangan Tunggu Viral

HUT ke-78 Polwan, Kapolres Gresik Ingatkan Anggota Bijak Bermedia Sosial

BERITA LAINNYA

Polisi Gresik Izinkan Tahanan Peluk Anak dan Istri

Antibully Jakarta Festival Jadikan Musik sebagai Jembatan Kesetaraan bagi Anak Berkebutuhan Khusus dan Anak Tipikal

Warga Lapor Judi Sabung Ayam, Polres Malang Langsung Bongkar Arena

Manten Gethek, Saat Sungai Serayu Jadi Pengantin

Guru Kurang, 2.025 GTT Kabupaten Malang Belum Masuk Dapodik

Bupati Gresik Dorong IWAPI Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Festival Muria Raya Hidupkan Tradisi Lewat Gamelan Kaca hingga Seniman Prancis

Cerita Rakyat Sumut Dihidupkan Lagi Lewat Cerpen, 45 Peserta Ikuti Lokakarya

Polres Malang Petakan Jalur Rawan Kecelakaan di Lawang dan Karangploso

HUT ke-78 Polwan, Polres Malang Dorong Polwan Makin Profesional

Prev Next

POPULER MINGGU INI

BLT DBHCHT Rp900 Ribu Cair di Wringinanom, Bupati Yani Ajak Warga Bersuara

Karnaval Budaya Nusantara Meriahkan HUT ke-81 RI di Tebuwung Gresik

UMKM Blitar Terancam, Pengusaha Sound System Minta Kepastian Izin Karnaval

HUT ke-81 RI di RW 12 Klayatan Kota Malang, Gema Cerita Nusantara Satukan Warga

Pemasangan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Kediri Ditarget Rampung November

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved