JAVASATU.COM- Polres Malang mendorong Polisi Wanita (Polwan) meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dorongan itu disampaikan dalam momentum Hari Jadi ke-78 Polwan yang diperingati pada 1 September 2026.

Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono mengatakan peringatan HUT ke-78 Polwan menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan pembinaan personel agar kemampuan Polwan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ini menjadi pengingat bagi seluruh Polwan untuk terus meningkatkan kemampuan, profesionalisme dan integritas. Yang paling penting, kemampuan itu bisa diwujudkan dalam pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Budiono, Selasa (1/9/2026).
Tahun ini, HUT ke-78 Polwan mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”. Tema tersebut menekankan agar setiap Polwan tidak hanya menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata melalui pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Budiono, profesionalisme Polwan tidak cukup hanya ditopang kemampuan teknis kepolisian. Kemampuan berkomunikasi, kedisiplinan dan sikap humanis juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
“Polwan punya peran penting dalam memberikan pelayanan yang humanis. Masyarakat harus merasa aman, nyaman dan mendapatkan pelayanan yang profesional ketika berhadapan dengan anggota Polri,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-78 Polwan di jajaran Polres Malang juga diisi sejumlah kegiatan sosial, di antaranya bakti sosial, bersih lingkungan, serta syukuran dan doa bersama.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polwan mendekatkan diri dengan masyarakat. Personel Polwan juga didorong untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan dan berbagai persoalan sosial di sekitarnya.
Budiono menegaskan pembinaan terhadap Polwan akan terus dilakukan seiring semakin beragamnya tantangan tugas kepolisian.
“Jangan sampai semangat pengabdian hanya terlihat saat ada kegiatan. Justru yang utama adalah bagaimana setiap hari Polwan menjalankan tugas dengan baik, melayani dengan tulus dan bisa membantu masyarakat,” jelasnya.
Hari Jadi Polwan diperingati setiap 1 September. Sejarah Polwan bermula di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 1 September 1948.
Saat itu, enam perempuan mengikuti pendidikan kepolisian di Sekolah Polisi Negara (SPN) Bukittinggi. Mereka dipersiapkan menjalankan tugas kepolisian yang membutuhkan pemeriksaan terhadap perempuan, termasuk dalam situasi darurat pascakemerdekaan.
Enam perempuan tersebut kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Polisi Wanita di Indonesia.
Seiring perkembangan tugas kepolisian, peran Polwan kini semakin luas, mulai dari pelayanan masyarakat, penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban hingga berbagai tugas operasional kepolisian.
Di usia ke-78, Polwan Polres Malang didorong terus meningkatkan kompetensi sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang profesional, humanis dan berintegritas.
“Harapannya seluruh Polwan semakin solid dan profesional. Sesuai tema tahun ini, satu Polwan harus bisa memberikan dampak yang luar biasa, sekecil apa pun bentuk pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” pungkas Budiono. (dop/arf)