JAVASATU.COM- Polres Gresik menyatakan dukungan terhadap program Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik sebagai upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Dukungan tersebut disampaikan Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat menghadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Jumat (31/7/2026).
“Polres Gresik mendukung penuh program pemerintah ini. Semoga Sekolah Rakyat dapat menjadi wadah lahirnya generasi berkualitas yang mampu membawa kemajuan bagi Kabupaten Gresik dan Indonesia,” tegas AKBP Ramadhan.
Menurut dia, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak.
Karena itu, Polres Gresik siap mendukung keberlangsungan program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya bersama menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik pada tahun ajaran 2026/2027 membina 405 peserta didik. Mereka terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP dan 90 siswa SMA.
Sekolah tersebut berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan 26 gedung. Selain kurikulum nasional, sekolah memiliki sejumlah program pendukung, antara lain pembiasaan membaca Al-Qur’an, tahfiz dan bimbingan belajar tambahan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Pemerintah memberikan kebutuhan utama siswa secara gratis.
“Melalui pendidikan, kami ingin memutus rantai kemiskinan. Harapan kami, anak-anak Sekolah Rakyat mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dan menjadi generasi yang sukses serta berakhlak mulia,” ujar Bupati Yani.
Pembukaan MPLS turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik, kepala OPD, perwakilan Dinas Sosial Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan, wali murid serta para siswa.
Kegiatan pembukaan ditandai dengan penyalaan sirine, penyerahan peserta didik baru, pemotongan tumpeng dan doa bersama. Para siswa kemudian mengikuti Salat Jumat berjamaah dan pembekalan MPLS di kelas. (bas/arf)