JAVASATU.COM- Partilibur Caravan 2026 sukses digelar di Batu Night Spectacular (BNS), Kota Batu, Sabtu-Minggu (1-2/8/2026). Festival musik ini menghadirkan konsep berbeda dengan memadukan 105 performance musik dengan arena wahana bernuansa sirkus dan festival.

Konsep tersebut diklaim menjadi yang pertama di Indonesia. Penyelenggara memadukan panggung musik dengan kawasan theme park sehingga penonton tidak hanya menyaksikan konser, tetapi juga menikmati pertunjukan di sejumlah ruang yang berbeda dari festival musik pada umumnya.
Festival Director Partilibur, Gahtan Thoriq, mengatakan konsep tersebut sengaja dirancang untuk menghadirkan pengalaman baru bagi penonton.
“Kalau biasanya orang menonton konser di lapangan, di sini pengunjung bisa menikmati pertunjukan di berbagai ruang yang unik dan mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan bisa dijadikan lokasi konser,” kata Gahtan Thoriq, dikutip Minggu (9/8/2026).
Konsep caravan yang berpadu dengan sirkus dan theme park tersebut lahir dari kolaborasi Partilibur dengan Jatim Park Group yang menyediakan kawasan BNS sebagai lokasi penyelenggaraan.
Pemilihan Kota Batu juga menjadi bagian dari perjalanan Partilibur yang sebelumnya tumbuh di Lumajang. Gahtan menegaskan perpindahan lokasi ke Batu tidak berarti festival tersebut meninggalkan daerah asalnya.
“Kami memang tumbuh dari Lumajang, dan di sana ruang untuk mengekspresikan festival masih sangat terbatas. Setelah Partilibur edisi keempat, kami memutuskan untuk hadir di Batu. Namun, bukan berarti kami meninggalkan Lumajang. Kami tetap akan menghadirkan berbagai aktivasi dan konsep-konsep berskala kecil agar hubungan dengan Lumajang tetap terjaga,” ujarnya.
Partilibur juga membuka peluang memperluas penyelenggaraan ke sejumlah kota lain di Jawa Timur. Lokasi festival berikutnya belum ditentukan dan akan menyesuaikan kondisi serta situasi yang berkembang.
Bahkan, penyelenggara membuka sayembara kepada publik untuk menentukan kota dan lokasi yang dinilai cocok menjadi tempat penyelenggaraan Partilibur berikutnya. Masyarakat juga diajak ikut mendukung rencana Partilibur 2027.
“Sekarang kami buka sayembara, kira-kira kota mana dan tempat mana yang menurut kalian cocok untuk Partilibur selanjutnya. Sekalian, sponsor siapa yang mau membantu Partilibur di 2027. Karena tahun depan kami ingin membawa sesuatu yang lebih spektakuler lagi,” ujar Gahtan.

Tak Mengejar Festival Makin Besar
Partilibur memilih pendekatan berbeda dari festival musik yang umumnya berlomba menghadirkan produksi semakin besar dan line-up semakin populer. Penyelenggara justru menjadikan keunikan lokasi sebagai identitas festival.
“Setiap tahun konser biasanya dituntut untuk lebih besar, menghadirkan band yang lebih besar, dan sebagainya. Di Partilibur, kami tidak ingin mengikuti pola itu. Kami ingin memiliki ciri khas sendiri, yaitu menghadirkan festival di tempat-tempat yang unik, di ruang-ruang yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya,” jelas Gahtan.
Menurut dia, Partilibur ingin membuat penonton datang bukan semata-mata karena nama musisi yang tampil, tetapi juga karena penasaran dengan konsep festival yang ditawarkan setiap tahun.
“Kami ingin orang datang bukan hanya karena line-up, tetapi juga karena penasaran dengan apa yang akan dikerjakan oleh Partilibur setiap tahunnya,” tambahnya.
Partilibur Caravan 2026 menghadirkan 105 penampil yang dipilih melalui proses kurasi. Para penampil berasal dari hasil submission maupun musisi dari dalam dan luar Jawa Timur.
Sekitar 40 persen penampil merupakan musisi lokal Jawa Timur. Kurasi dilakukan untuk menghadirkan penampilan yang segar, termasuk band yang belum pernah atau sudah lama tidak tampil di Jawa Timur.
Gahtan menyebut Partilibur sebagai gerakan kolektif yang melibatkan banyak pelaku industri kreatif dari Jawa Timur. Tim produksi yang terlibat juga berasal dari berbagai daerah di provinsi tersebut.
“Partilibur merupakan gerakan kolektif dari teman-teman di Jawa Timur. Banyak tim produksi yang terlibat berasal dari Jawa Timur dan kami juga memberi ruang bagi band-band lokal untuk tampil,” katanya.
Penyelenggara berharap Partilibur dapat memperkuat ekosistem festival sekaligus memperluas ruang bagi musisi lokal untuk dikenal masyarakat.
Festival ini juga diarahkan menjadi ruang kolaborasi antara ekosistem musik Jawa Timur dengan musisi dan pelaku industri kreatif dari Jakarta serta daerah lain.
“Kami ingin ekosistem musik di Jawa Timur semakin terkoneksi dengan teman-teman dari Jakarta dan daerah lainnya. Harapannya, koneksi ini dapat membuka peluang kolaborasi sekaligus memperkuat perkembangan ekosistem musik lokal,” tutup Gahtan.

Batu Dibidik Jadi Kota Festival
Pemilihan BNS sebagai lokasi Partilibur Caravan 2026 juga tidak lepas dari karakter Kota Batu sebagai kota wisata. Penyelenggara menilai perpaduan wisata dan festival menjadi peluang yang dapat dikembangkan.
“Malang menjadi salah satu kota dengan festival terbanyak dalam enam bulan terakhir. Sementara Batu memiliki banyak destinasi wisata, tetapi belum banyak festival yang digelar di sini,” tutur Gahtan.
Menurutnya, karakter Kota Batu sebagai destinasi wisata cocok dengan konsep Partilibur yang menggabungkan hiburan dan pengalaman berlibur.
Penyelenggara berharap kehadiran Partilibur dapat menjadi pemantik bagi promotor lain untuk menggelar berbagai festival di Kota Batu. Tidak hanya festival musik, tetapi juga festival kuliner dan kegiatan kreatif lainnya.
Di sisi produksi, penyelenggara juga memastikan berbagai elemen teknis disiapkan untuk mendukung pengalaman pengunjung, mulai tata visual, kualitas produksi, sistem suara hingga alur keseluruhan acara.
“Sampai saat ini seluruh proses masih berjalan sesuai rencana. Harapannya, seluruh elemen produksi, terutama kualitas sound, dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung,” katanya. (jup/arf)