JAVASATU.COM- Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno mengajak Aremania dan Bonek bersama-sama menciptakan iklim sepak bola yang aman, damai dan kondusif di Malang. Rivalitas antarsuporter diminta tetap berada dalam koridor sportivitas tanpa berkembang menjadi tindakan provokatif.

Ajakan tersebut disampaikan Danang saat ramah tamah dan perkenalan bersama puluhan wartawan di Mapolresta Malang Kota, Selasa (11/8/2026). Menurutnya, suasana sepak bola yang kondusif membutuhkan keterlibatan suporter, klub, kepolisian, media dan masyarakat.
“Jangan ada perpecahan dan permusuhan antar suporter di Malang. Baik Aremania maupun Bonek, biar kondusif, jangan menimbulkan hal-hal provokatif satu sama lain,” tegas Danang.
Danang mengatakan, perbedaan dukungan terhadap klub merupakan bagian dari dinamika sepak bola. Namun, rivalitas tersebut harus dikelola secara sehat agar tidak mengganggu keamanan maupun kenyamanan masyarakat.
Karena itu, ia mendorong komunikasi antarkelompok suporter terus diperkuat. Menurutnya, komunikasi informal di antara kelompok-kelompok suporter sebenarnya telah berjalan dan perlu dikembangkan menjadi hubungan yang lebih luas.
“Sebenarnya secara informal pertemuan-pertemuan kelompok-kelompok kecil sudah ada dan terjalin komunikasi, tinggal nanti digeneralisir,” ujarnya.
Upaya menciptakan suasana kondusif juga dilakukan melalui koordinasi pengamanan pertandingan kandang Arema FC. Kepolisian berkomunikasi dengan manajemen klub serta jajaran kepolisian di wilayah sekitar, termasuk Polres Malang, Polres Pasuruan dan Polda Jawa Timur.
“Sama-sama dengan pengurus manajemen Arema juga sudah berkoordinasi dengan Polres Kabupaten, kemudian di Pasuruan, kemudian komunikasi nanti dengan Polda Jatim untuk mewujudkan itu,” jelasnya.
Danang menilai terciptanya sepak bola yang aman di Malang juga menjadi bagian dari upaya membangun iklim sepak bola Jawa Timur yang lebih sehat. Jawa Timur memiliki sejumlah klub besar dengan basis suporter yang kuat, seperti Arema FC, Persebaya Surabaya, Madura United dan Persik Kediri.
Menurutnya, rivalitas antarklub seharusnya dapat berjalan beriringan dengan persaudaraan dan sportivitas. Karena itu, hubungan antarklub dan suporter perlu terus dibangun melalui komunikasi dan kolaborasi.
Ke depan, komunikasi tersebut juga akan melibatkan manajemen klub, presidium suporter serta berbagai elemen dari daerah lain di Jawa Timur. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antarsuporter sekaligus menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih aman.
Danang juga mengajak insan pers mengambil peran dalam menjaga suasana tersebut dengan menyampaikan informasi yang edukatif, konstruktif dan menyejukkan kepada masyarakat.
Melalui sinergi kepolisian, klub, suporter, media dan masyarakat, iklim sepak bola yang kondusif di Malang diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran pertandingan, tetapi juga memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat. (dop/arf)