JAVASATU.COM- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Jawa dan Sulawesi hingga Rabu (12/8/2026). Total lahan yang terbakar mencapai 16 hektare.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yuleova mengatakan laporan tersebut merupakan perkembangan situasi dan penanganan bencana yang dihimpun hingga Rabu (12/8/2026) pukul 07.00 WIB.
“Menyikapi potensi bencana hidrometeorologi kering, khususnya kebakaran hutan dan lahan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama melakukan upaya pencegahan sejak dini,” kata Dodi dalam siaran pers BNPB, Rabu (12/8/2026).
Karhutla pertama terjadi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Selasa (11/8/2026). Titik api terpantau di Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe.
Luas lahan yang terbakar mencapai lima hektare. BPBD bersama tim gabungan langsung melakukan penanganan dan pemadaman. Kondisi terkini, api telah berhasil dipadamkan.
Karhutla berikutnya terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, pada Selasa (11/8/2026). Titik api terpantau sekitar pukul 12.15 WITA di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, serta Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu.
Lahan seluas tujuh hektare dilaporkan terbakar. Tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api pada hari yang sama. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Di Jawa Barat, karhutla terjadi di kawasan perbukitan Gunung Picung, tepatnya di lahan yang ditumbuhi alang-alang di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.
Kebakaran terjadi pada Senin (10/8/2026). Sekitar pukul 17.30 WIB, titik api terpantau dan membakar lahan seluas tiga hektare.
Tim gabungan yang terdiri atas BPBD Kabupaten Cianjur, Damkar Cianjur, Polsek Cibeber, dan masyarakat melakukan pemadaman. Pada Selasa (11/8/2026), api dinyatakan padam seluruhnya.
Sementara itu, karhutla juga terjadi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Warga melaporkan titik api sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Gunung Jabung, Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, pada Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan pantauan visual di lapangan, api menjalar ke arah lereng gunung dan membakar lahan seluas satu hektare. Vegetasi yang terbakar berupa pohon sono dan semak belukar.
Petugas gabungan berhasil memadamkan api sekitar pukul 20.15 WIB.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering, khususnya karhutla. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial di wilayah terdampak.
“Karhutla tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial di wilayah terdampak,” ujar Dodi.
BNPB juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, termasuk untuk membuka lahan. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya karhutla kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, termasuk untuk membuka lahan. Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” pungkas Dodi. (dop/arf)