email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Minggu, 4 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Prabowo Ungkap Mobil Listrik Nasional, Produksi Massal Ditarget 2028

by Syaiful Arif
14 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Presiden RI, Prabowo Subianto mengungkap rencana produksi massal mobil listrik nasional paling lambat 2028. Pengembangan kendaraan listrik tersebut menjadi bagian dari pembangunan ekosistem industri kendaraan listrik Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan Motor Listrik Nasional beserta Ekosistem Pendukung di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Rencana itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan Motor Listrik Nasional beserta Ekosistem Pendukung di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

“Ada kompleks besar kita lagi bangun, mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran,” kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, kompleks pengembangan mobil listrik tersebut berada di kawasan Subang, Jawa Barat, sekitar Kilometer 84. Pemerintah berharap fasilitas itu menjadi bagian dari penguatan industri kendaraan listrik nasional.

Pengembangan mobil listrik nasional tidak berdiri sendiri. Pemerintah mendorong keterlibatan perusahaan swasta, BUMN, pelaku usaha, hingga perguruan tinggi dalam membangun ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

Prabowo menilai kolaborasi tersebut merupakan contoh konsep Indonesia Incorporated, yakni kerja bersama berbagai kekuatan nasional untuk membangun kemampuan industri dan teknologi dalam negeri.

“Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut,” ujarnya.

Motor Listrik Nasional Jadi Langkah Awal

Sebelum masuk ke produksi massal mobil listrik, pemerintah lebih dulu mendorong pengembangan industri motor listrik nasional.

Dalam peluncuran di Cikarang, Prabowo menyebut kelompok Indika telah berhasil memproduksi 20 ribu motor listrik. Presiden kemudian menargetkan kapasitas produksi tersebut terus meningkat hingga 200 ribu unit bahkan dua juta unit.

“Kalau kalian nanti mencapai 200 ribu, saya datang lagi. Dua juta, saya datang lagi,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, keberanian pelaku usaha membangun industri kendaraan listrik patut diapresiasi karena sektor tersebut menghadapi persaingan dari negara-negara dengan industri otomotif yang sudah kuat, seperti Jepang, Korea Selatan dan China.

“Tidak ada kemenangan tanpa inisiatif, tidak ada keberhasilan tanpa keberanian,” katanya.

Mobil Listrik untuk Kurangi Ketergantungan Energi Impor

Prabowo menempatkan pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi dari luar negeri.

Ia menyebut Indonesia masih mengeluarkan sekitar US$28 miliar hingga US$30 miliar per tahun untuk BBM. Karena itu, pemerintah ingin memperbesar penggunaan listrik sebagai sumber energi untuk kendaraan dan berbagai kebutuhan lainnya.

“Kita butuh untuk tidak tergantung kepada energi di luar negara kita. Kita terlalu besar untuk menggantungkan diri kepada pihak luar,” tegas Prabowo.

BacaJuga :

Rektor UIBU Nurcholis Pimpin Y37, Fokus Sinergi Alumni dan Kesejahteraan Mantan Guru

Kiki Aston soal Polemik Asep Nurdiansyah: Jangan Jadikan Medsos Pengadilan Opini

Menurutnya, penggunaan energi listrik tidak hanya diarahkan untuk mobil dan motor. Pemerintah juga mendorong pemanfaatannya pada bus, traktor dan berbagai alat lainnya.

Target Energi Surya 100 GW

Sejalan dengan pengembangan kendaraan listrik, pemerintah juga menyiapkan peningkatan kapasitas energi terbarukan.

Prabowo menyebut pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 100 gigawatt dalam empat tahun. Untuk 2026, target yang disebut mencapai 30 gigawatt.

Pemerintah juga meminta PLN mengurangi penggunaan pembangkit listrik berbasis diesel. Prabowo menyebut sekitar 13 gigawatt pembangkit diesel harus segera ditinggalkan.

“Kita akan membangun listrik dari tenaga surya sebesar 100 gigawatt, dan ini harus kita laksanakan dalam empat tahun. Tapi, tahun ini saja target kita adalah 30 gigawatt,” ucapnya.

Prabowo menegaskan pembangunan industri kendaraan listrik dan pengembangan energi nasional harus berjalan beriringan. Dengan begitu, kendaraan listrik yang diproduksi di dalam negeri tidak hanya memiliki basis industri nasional, tetapi juga ditopang sumber energi yang semakin mandiri. (saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Mobil ListrikPrabowo SubiantoPresiden RI

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim

Rektor UIBU Nurcholis Pimpin Y37, Fokus Sinergi Alumni dan Kesejahteraan Mantan Guru

NasDem Kota Malang Bidik Satu Fraksi di 2029

NasDem Ingin Kursi DPR RI Malang Raya Kembali pada 2029

Kiki Aston soal Polemik Asep Nurdiansyah: Jangan Jadikan Medsos Pengadilan Opini

Jalan Raya Krikilan Gresik Dikaji Jadi Blackspot, Tim Ahli Turun

Pecinta Kaos Band Merapat! Band T-Shirt Day Bakal Hadir di Malang

75 Senjata Diserahkan Sukarela ke TNI di Maluku Utara

Prof Reda Manthovani Minta Satlinmas dan BPD Perkuat Soliditas

4.444 Kali Sholawat Nariyah Dibaca, NU Tebuwung Doakan Kantor Baru

Prev Next

POPULER HARI INI

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

BERITA LAINNYA

OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim

Rektor UIBU Nurcholis Pimpin Y37, Fokus Sinergi Alumni dan Kesejahteraan Mantan Guru

NasDem Kota Malang Bidik Satu Fraksi di 2029

NasDem Ingin Kursi DPR RI Malang Raya Kembali pada 2029

Kiki Aston soal Polemik Asep Nurdiansyah: Jangan Jadikan Medsos Pengadilan Opini

Jalan Raya Krikilan Gresik Dikaji Jadi Blackspot, Tim Ahli Turun

Pecinta Kaos Band Merapat! Band T-Shirt Day Bakal Hadir di Malang

75 Senjata Diserahkan Sukarela ke TNI di Maluku Utara

Prof Reda Manthovani Minta Satlinmas dan BPD Perkuat Soliditas

4.444 Kali Sholawat Nariyah Dibaca, NU Tebuwung Doakan Kantor Baru

Prev Next

POPULER MINGGU INI

HUT ke-81 TNI, Andika Perkasa Titip Pesan soal Profesionalisme

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved