JAVASATU.COM- Bakorwil Malang meminta ilmu yang diperoleh empat guru SMK Kabupaten Malang selama mengikuti program magang di Jerman tidak berhenti pada peserta. Pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan ditularkan kepada guru dan siswa lain untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi.

Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar mengatakan, empat guru tersebut memiliki tanggung jawab untuk membagikan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti program magang. Langkah itu dinilai penting agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh sekolah di Kabupaten Malang.
“Yang terpenting setelah kembali nanti adalah bagaimana ilmu yang diperoleh bisa ditularkan. Jangan berhenti pada empat orang. Pengetahuan tentang teknologi manufaktur, automation, mechatronics maupun smart factory harus bisa berkembang dan memberikan manfaat bagi guru dan siswa lainnya,” kata Asep, Senin (24/8/2026).
Empat guru SMK asal Kabupaten Malang tersebut dilepas mengikuti program magang luar negeri di Jerman pada Senin (24/8/2026). Mereka merupakan bagian dari 14 guru asal Jawa Timur yang mengikuti program peningkatan kompetensi tersebut.
Suharianto, S.T. dari SMK Negeri 1 Gedangan mengikuti program di TU Dresden dengan fokus Teknologi Manufaktur dan Rekayasa.
Sementara Hermawan dari SMKN 2 Singosari, Rizki Alviyansyah dari SMKN 1 Singosari, dan Habibah Eky Gumilar dari SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi mengikuti program di Festo Didactic SE dengan fokus Automation, Mechatronics, dan Smart Factory.
Asep menilai program magang ke Jerman harus menjadi investasi pengetahuan bagi pendidikan vokasi di Kabupaten Malang. Guru yang mengikuti program tersebut diharapkan mampu membawa perspektif baru mengenai perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
“Jadikan kesempatan belajar di luar negeri ini momentum untuk menjadikan Kabupaten Malang mendunia di kancah internasional. Belajar yang sungguh-sungguh, gali ilmu sebanyak mungkin, dan berikan yang terbaik untuk Jawa Timur,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, keempat guru tersebut diharapkan melakukan diseminasi ilmu kepada guru SMK lainnya setelah menyelesaikan program magang. Dengan cara itu, pengalaman belajar di Jerman tidak hanya menjadi capaian individu, tetapi dapat meningkatkan kompetensi sekolah secara lebih luas.
Menurut Asep, penguatan kompetensi guru menjadi salah satu kunci agar pendidikan vokasi mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Karena itu, transfer pengetahuan dari program magang harus diarahkan pada penerapan nyata di sekolah.
“Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, dunia industri dan seluruh pemangku kepentingan. Bakorwil Malang akan terus mendorong ruang kolaborasi tersebut agar program-program pendidikan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas SDM,” katanya.
Pelepasan delegasi tersebut berlangsung di Aula Bakorwil Malang dan dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang bersama Bakorwil Malang.
Kegiatan juga diisi tausiah, apresiasi kepada Mokh. Agus Santoso yang memasuki masa purna bakti setelah 39 tahun mengabdi, serta pemotongan tumpeng dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Bakorwil Malang berharap program magang tersebut menghasilkan efek berganda bagi pendidikan vokasi. Ilmu yang dibawa pulang dari Jerman diharapkan dapat diterapkan dan disebarluaskan sehingga memberi manfaat bagi lebih banyak guru dan siswa SMK di Kabupaten Malang. (wes/arf)