email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Rabu, 19 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Tokoh Budaya Majalengka H Baya Berduka, Ki Danu Tewas Dibunuh Tetangga di Tasikmalaya

by Eko Widiantoro
19 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Kabar tewasnya Tata Hendro (45) alias Ki Danu dalam peristiwa pembunuhan di Kabupaten Tasikmalaya menyisakan duka bagi kalangan pegiat seni dan budaya Sunda. Tokoh dan pemerhati budaya asal Majalengka, H Baya, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ki Danu.

Momen Ki Danu (dalam lingkaran hijau) semasa hidup bersama H Baya dan sejumlah tokoh budayawan lainnya. (Foto: Pringgabaya)

Ki Danu ditemukan tewas di lahan kebun singkong di Kampung Ciaren, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026) siang. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka pada bagian leher yang diduga akibat sabetan senjata tajam.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata H Baya saat ditemui JAVASATU.COM di kediamannya, Rabu (19/8/2026).

H Baya mengaku beberapa kali bertemu dengan Ki Danu dalam berbagai kegiatan seni dan budaya. Ia mengenang Ki Danu sebagai sosok yang memiliki kecintaan terhadap kebudayaan Sunda.

Menurut H Baya, kematian Ki Danu menjadi kehilangan bagi kalangan yang selama ini aktif dalam kegiatan seni dan budaya. Ia juga mengecam tindakan yang menghilangkan nyawa seseorang.

“Saya pribadi mengecam keras tindakan pelaku yang menghilangkan nyawa. Semoga aparat kepolisian memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku,” ujarnya.

H Baya turut menyampaikan belasungkawa atas nama keluarga besar Danghyang Rundayan Talaga dan para pecinta seni budaya.

“Kami keluarga Danghyang Rundayan Talaga, pecinta seni budaya, turut berduka cita,” katanya.

Ki Danu Tewas Dibacok Tetangga

Dikutip dari Detik.com, Ki Danu tewas setelah dibacok oleh pria berinisial E (35) alias Ayi yang diketahui merupakan tetangganya. Peristiwa tersebut terjadi setelah perselisihan yang melibatkan korban dan ayah tersangka.

Menurut keterangan yang dikutip Detik.com, persoalan tersebut bermula ketika Ki Danu menjual sebidang tanah kepada seseorang. Pembeli tanah kemudian hendak membangun rumah di lokasi yang berbatasan dengan lahan milik Sanusi, ayah Ayi.

Kapolsek Karangjaya Iptu Saptaji mengatakan, terjadi percakapan antara pembeli tanah dan Sanusi ketika material bangunan hendak ditempatkan di lahan tersebut. Ki Danu kemudian ikut berbicara dari dalam rumah hingga terjadi perselisihan.

Perselisihan itu berujung perkelahian antara Sanusi dan Ki Danu. Istri Sanusi kemudian memberi tahu Ayi bahwa ayahnya terlibat perkelahian.

“Istri Sanusi menghampiri keributan itu, lalu memberitahu anaknya (tersangka). Kemudian anaknya datang membawa golok, sampai terjadi kejadian itu,” kata Saptaji, seperti dikutip Detik.com.

BacaJuga :

Analis: Komitmen Kapolri Dukung Asta Cita Sudah On The Track, Swasembada Bawang Putih hingga Rekor MURI

Analis Apresiasi Komitmen Kemanusiaan Kapolri: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Ayi kemudian datang membawa golok dan membacok Ki Danu. Polisi mengamankan tersangka bersama sejumlah saksi untuk menjalani pemeriksaan.

Detik.com juga melaporkan, tersangka tidak melarikan diri setelah kejadian. Ia berada tidak jauh dari lokasi dan kemudian diamankan polisi. Golok yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut turut diamankan.

Ki Danu Dikenal sebagai Pegiat Budaya Sunda

Ki Danu dikenal aktif dalam kegiatan seni dan budaya Sunda. Di lingkungan tempat tinggalnya, ia juga dikenal dengan nama Ki Danu atau Ki Siluman.

Ketua RT setempat, Nanang Nurhidayat, mengatakan Ki Danu dikenal karena aktivitasnya di bidang budaya, termasuk atraksi menarik mobil menggunakan rambut panjangnya. Ia juga disebut tengah merencanakan pentas seni budaya dalam rangka perayaan Agustusan sebelum kejadian tersebut terjadi.

Ki Danu diketahui pernah tinggal di Majalengka sebelum kembali ke kampung halamannya di Tasikmalaya.

H Baya yang mengenal Ki Danu melalui sejumlah kegiatan kebudayaan berharap kasus tersebut diproses sesuai hukum. Ia juga meminta agar peristiwa tersebut tidak menimbulkan konflik lanjutan antarwarga maupun keluarga.

Kasus pembunuhan Ki Danu kini ditangani aparat kepolisian. Tersangka dan sejumlah saksi telah menjalani pemeriksaan untuk mengungkap secara utuh kronologi serta motif di balik peristiwa tersebut. (eko/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kabupaten MajalengkaPeristiwa

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Tokoh Budaya Majalengka H Baya Berduka, Ki Danu Tewas Dibunuh Tetangga di Tasikmalaya

Perda Disabilitas Gresik Diperkuat, Pelayanan Publik Diminta Lebih Inklusif

Polisi di Kabupaten Malang Ikut Kejar Swasembada Bawang Putih

Bakorwil Malang: Panen Bawang Putih Wagir Disiapkan Jadi Benih

Analis: Komitmen Kapolri Dukung Asta Cita Sudah On The Track, Swasembada Bawang Putih hingga Rekor MURI

DPRD Majalengka Siapkan Aturan Perketat Pengawasan Proyek Infrastruktur

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

Polres Gresik Edukasi Warga Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

PKG Gresik Capai 28,8 Persen, Targetkan 46 Persen hingga Desember 2026

Punokawan Merdeka di Malang, Ludruk Jadi Ruang Kritik dan Edukasi Budaya

Prev Next

POPULER HARI INI

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

Punokawan Merdeka di Malang, Ludruk Jadi Ruang Kritik dan Edukasi Budaya

DPRD Majalengka Siapkan Aturan Perketat Pengawasan Proyek Infrastruktur

Analis: Komitmen Kapolri Dukung Asta Cita Sudah On The Track, Swasembada Bawang Putih hingga Rekor MURI

Polres Gresik Edukasi Warga Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

BERITA LAINNYA

Tokoh Budaya Majalengka H Baya Berduka, Ki Danu Tewas Dibunuh Tetangga di Tasikmalaya

Perda Disabilitas Gresik Diperkuat, Pelayanan Publik Diminta Lebih Inklusif

Polisi di Kabupaten Malang Ikut Kejar Swasembada Bawang Putih

Bakorwil Malang: Panen Bawang Putih Wagir Disiapkan Jadi Benih

Analis: Komitmen Kapolri Dukung Asta Cita Sudah On The Track, Swasembada Bawang Putih hingga Rekor MURI

DPRD Majalengka Siapkan Aturan Perketat Pengawasan Proyek Infrastruktur

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

Polres Gresik Edukasi Warga Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

PKG Gresik Capai 28,8 Persen, Targetkan 46 Persen hingga Desember 2026

Punokawan Merdeka di Malang, Ludruk Jadi Ruang Kritik dan Edukasi Budaya

Prev Next

POPULER MINGGU INI

39 Warga Ciptomulyo Resah, Tanahnya Diklaim Aset Pemkot Malang

Proyek Irigasi Molek Malang Rp99 Miliar Disorot, K3 dan Transparansi Dipertanyakan

Perjusa SD Sunan Giri Ngebruk Malang Latih Kemandirian Siswa di HUT ke-65 Pramuka

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

HUT ke-81 RI, SMP YPI Darussalam 1 Cerme Borong Dua Juara

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved