JAVASATU.COM- Pemerintah Desa Palabuan, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, mendorong pengembangan sektor pertanian dan peternakan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Upaya itu disampaikan dalam perayaan Milangkala ke-44 Desa Palabuan, Selasa (25/8/2026).

Perayaan berlangsung meriah dan diikuti warga dari berbagai dusun. Warga membawa nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauk sebagai bentuk syukur sekaligus mempererat silaturahmi. Kegiatan tersebut juga dihadiri Forkopimcam Ujungjaya, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga.
Kepala Desa Palabuan Nana Supriatna mengatakan, pemerintah desa tengah menggali berbagai potensi lokal untuk mewujudkan Palabuan sebagai desa mandiri. Sektor pertanian dan peternakan menjadi salah satu fokus pengembangan, termasuk pengolahan hasil pertanian.
“Kita menuju desa mandiri dan akan menggali potensi yang ada. Insyaallah menuju masyarakat gemah ripah loh jinawi,” ujar Nana.
Menurut Nana, sejumlah program yang masuk dalam visi dan misi pemerintah desa sebelumnya telah diselesaikan. Pemerintah desa kini mengarahkan pembangunan pada program yang dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.
Salah satunya pembangunan embung yang sebelumnya dilakukan secara swadaya masyarakat. Pengembangan sektor pertanian dan peternakan juga terus dilakukan.
“Kalau pembangunan di Palabuan, alhamdulillah visi-misi sudah lewat. Sekarang kita membangun lagi embung yang dulu dibuat secara swadaya. Di bidang pertanian dan peternakan juga sudah tergabung,” katanya.
Selain itu, pemerintah desa tengah membangun tempat pengolahan jagung dan rempah-rempah. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian warga.
“Tempat pengolahan jagung dan rempah-rempah sekarang sedang dibuat. Mudah-mudahan ke depan Palabuan lebih baik lagi,” lanjut Nana.
Dalam perayaan tersebut, Nana juga memberikan 35 bingkisan dan santunan kepada purna bakti perangkat desa. Pemberian itu menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam pelayanan dan pembangunan Desa Palabuan.
Di tengah pembangunan desa, Nana meminta warga menjaga kebersihan, kerukunan, dan kekompakan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan keterlibatan masyarakat.
“Pesan saya satu, menjaga kebersihan, rukun, dan kompak,” ucapnya.
Nana juga menyebut pembangunan tempat ibadah di Desa Palabuan telah rampung. Pembangunan tersebut, kata dia, terlaksana melalui gotong royong masyarakat.
“Alhamdulillah tempat ibadah juga sudah beres, 100 persen. Itu hasil jerih payah masyarakat Desa Palabuan, termasuk rekan-rekan kepala desa. Tidak ada pemungutan sedikit pun dan proposal dari pemerintah,” ujarnya.
Kapolsek Ujungjaya IPTU R. Agung, S.Pd., S.E., M.M., CPHR., turut mengapresiasi kekompakan warga. Ia mengajak masyarakat mempertahankan semangat gotong royong sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Tetap kompak, gotong royong, dan semoga warga Palabuan semakin sejahtera serta selalu terjaga,” pesannya.
Sementara itu, Danpos Ujungjaya Peltu Danang mengapresiasi keterlibatan Desa Palabuan dalam berbagai program pembangunan, termasuk kegiatan TNI dan Polri. Kegiatan ketahanan pangan yang berjalan di desa dinilai menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat.
Danang juga mengingatkan warga agar taat membayar pajak. Menurutnya, pajak menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah yang manfaatnya kembali dirasakan masyarakat.
Bagi warga, Milangkala ke-44 Desa Palabuan bukan sekadar seremoni. Perayaan menjadi momentum untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus menikmati hiburan bersama.
Dian, warga Dusun Bojongterong, mengaku senang dapat kembali mengikuti perayaan hari jadi Desa Palabuan.
“Saya senang bisa hadir. Saya sering datang setiap ada acara perayaan Desa Palabuan. Bisa menikmati hiburan sekaligus jajan bersama warga,” kata Dian.
Desa Palabuan berada di sisi tenggara pusat Kecamatan Ujungjaya. Wilayahnya berbatasan dengan Desa Ujungjaya di sebelah barat, Kebon Cau di utara, serta Tolengas dan Tomo di bagian timur dan selatan.
Desa Palabuan memiliki luas sekitar 220 hektare dengan ketinggian sekitar 45 meter di atas permukaan laut. Selain itu, terdapat kawasan hutan sekitar 480 hektare yang menjadi salah satu penyangga ekologi desa.
Penduduk Desa Palabuan mencapai sekitar 2.424 jiwa yang tersebar di tiga dusun, yakni Tegal Wangon, Bojongterong, dan Balerante.
Perayaan Milangkala ke-44 diharapkan menjadi momentum memperkuat gotong royong sekaligus mendorong pengembangan potensi pertanian dan peternakan agar Desa Palabuan semakin mandiri dan sejahtera. (eko/arf)