GUNUNGKIDUL – Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) kembali menyiapkan bantuan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan. Memasuki puncak musim kemarau 2026, program Baksos IKG Peduli-Dropping Air akan menyasar 15 kapanewon (kecamatan) di Kabupaten Gunungkidul.

Persiapan penyaluran bantuan dibahas dalam rapat koordinasi IKG bersama perwakilan 15 kapanewon di RM Mbok Tiwi Tan Tlogo, Gunungkidul, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono, Ketua Panitia Baksos IKG H Suyadi, Ketua Umum IKG Ipda (Purn) H Saimo, jajaran pengurus IKG, serta perwakilan kapanewon.
Ketua Panitia IKG Peduli 2026, H Suyadi, mengatakan dropping air merupakan program sosial yang rutin dilakukan IKG setiap tahun, terutama ketika musim kemarau menyebabkan warga di sejumlah wilayah kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda sosial tahunan. Dropping air ke Gunungkidul sudah menjadi kegiatan rutin IKG setiap tahun, terutama ketika musim kemarau menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih,” ujar Suyadi.
Menurut Suyadi, program tersebut menjadi bentuk kepedulian keluarga besar Gunungkidul yang berada di perantauan terhadap masyarakat di daerah asal.
Ketua Umum IKG, Ipda (Purn) H Saimo, menegaskan bantuan air bersih merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi. IKG ingin memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan mendapat perhatian.
“Bagi IKG, kepedulian kepada masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi. Dropping air ke Gunungkidul ini merupakan kegiatan yang secara rutin kami lakukan setiap tahun sebagai bentuk nyata kepedulian keluarga besar Gunungkidul kepada saudara-saudara kita yang menghadapi kekeringan,” jelas Saimo.
Ia berharap IKG tidak hanya menjadi wadah silaturahmi warga Gunungkidul di perantauan, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menyampaikan kebutuhan air bersih yang diajukan kepada IKG merupakan bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah. Koordinasi dengan berbagai pihak diperlukan agar bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain bantuan air bersih, IKG selama ini juga menjalankan berbagai kegiatan sosial untuk warga Gunungkidul, baik yang berada di daerah maupun Jabodetabek. Organisasi tersebut juga menyatakan keterlibatannya dalam sejumlah kegiatan kemanusiaan di luar komunitas Gunungkidul.
Humas IKG, Tarsih Ekaputra, mengatakan kepedulian sosial organisasi tidak dibatasi oleh wilayah maupun latar belakang penerima bantuan.
“IKG ingin membangun gerakan sosial yang berkelanjutan. Baksos dan dropping air memang menjadi salah satu kegiatan rutin kami, tetapi kepedulian IKG jauh lebih luas. Ketika ada yang membutuhkan, kita bergerak bersama,” kata Tarsih.
Menurut dia, kegiatan sosial tersebut diharapkan dapat memperkuat solidaritas sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.
“IKG Sakjose bukan hanya slogan, tetapi semangat satu hati, satu tujuan dan satu kepedulian,” imbuhnya.
Sekretaris Jenderal IKG menambahkan, bantuan air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau.
“Air adalah kehidupan, kepedulian adalah harapan. Bersama IKG, kita hadir untuk sesama,” ujarnya.
Melalui program IKG Peduli 2026, keluarga besar Gunungkidul diharapkan terus memperkuat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Penyaluran air bersih ke 15 kapanewon menjadi salah satu bentuk konkret gerakan sosial tersebut. (saf)