JAVASATU.COM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, konsisten menjalankan program khataman Al-Qur’an setiap Jumat di akhir bulan. Kegiatan rutin tersebut kembali digelar di Pendopo Kecamatan Kebomas, Jumat (28/8/2026), sekaligus dirangkai dengan peringatan Maulidur Rasul dan santunan anak yatim.

Program tersebut menjadi salah satu agenda kerja MUI Kebomas yang terus dijalankan sebagai bagian dari kegiatan keagamaan sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara ulama, pemerintah dan masyarakat.
Camat Kebomas Tri Joko Efendi mengatakan pihaknya mendukung keberlanjutan program keagamaan yang digagas MUI. Menurutnya, kegiatan khataman yang rutin digelar menjadi bagian positif dari aktivitas keagamaan di tingkat kecamatan.
“Bagi kami di kecamatan, bisa menggelar rutin khotmil Qur’an adalah kepuasan tersendiri. Untuk santunan yatim, selain dari internal juga menggandeng Baznas dan LazisNU,” ujar Tri Joko.
Selain khataman Al-Qur’an, kegiatan kali ini diisi peringatan Maulidur Rasul. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengingat kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW, terutama dalam membangun akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua MUI Kecamatan Kebomas KH Muhsin Munhamir mengapresiasi dukungan Kecamatan Kebomas serta panitia yang menjaga kegiatan rutin tersebut tetap berjalan.
“Rasulullah Muhammad SAW selama hidupnya selalu mencerminkan perilaku baik atau akhlak yang mulia. Sebagai umatnya mesti ittiba pada perilaku akhlakul karimah, meski kadarnya belum seratus persen,” papar Munhamir.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan santunan bagi anak yatim. Bantuan tersebut berasal dari internal sekretariat Kecamatan Kebomas serta dukungan lembaga amil zakat, termasuk Baznas dan LazisNU.
Kegiatan di Pendopo Kecamatan Kebomas itu turut dihadiri pengurus dan anggota MUI, kepala desa, lurah, kepala Puskesmas Kebomas dan Gending, jajaran Polsek dan Koramil, serta grup selawat dari Pondok Pesantren Al Hasani.
Konsistensi khataman Al-Qur’an tersebut menjadi bagian dari upaya MUI Kebomas menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan di tingkat kecamatan, sekaligus membuka ruang silaturahmi dan kepedulian sosial bagi masyarakat. (bas/arf)