JAVASATU.COM- DPC Hiswana Migas Malang menilai operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kepada masyarakat. Mereka menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan konsumen dan turut menentukan kualitas pengalaman pelayanan di SPBU.

Karena berada di lini depan, operator SPBU tidak hanya dituntut menguasai kemampuan teknis. Sikap ramah, komunikasi yang baik, kepedulian terhadap konsumen, serta ketulusan dalam melayani dinilai menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan.
“Operator SPBU bukan hanya sekadar profesi. Mereka adalah garda terdepan yang langsung berhadapan dengan konsumen. Karena itu, kami ingin membangun mindset bahwa melayani harus dilakukan dengan hati, dengan tulus, ramah, dan penuh tanggung jawab,” ujar Ketua DPC Hiswana Migas Malang Ahmad Bashori di sela-sela kegiatan Capacity Building Operator SPBU, Kamis (10/9/2026).
Pandangan tersebut menjadi dasar DPC Hiswana Migas Malang menggelar Capacity Building Operator SPBU untuk pertama kalinya dalam rangka memperingati HUT ke-47 Hiswana Migas. Kegiatan berlangsung pada 9–10 September 2026 di Kantor DPC Hiswana Migas Malang.
Menurut Bashori, peningkatan kualitas pelayanan perlu dilakukan karena interaksi operator dengan konsumen berlangsung secara langsung setiap hari. Karena itu, pembekalan tidak hanya diarahkan pada kemampuan menjalankan tugas, tetapi juga membangun karakter dan pola pikir positif.
“Kami ingin pelayanan di SPBU semakin baik. Konsumen datang bukan hanya mendapatkan BBM, tetapi juga mendapatkan pengalaman pelayanan yang nyaman, ramah dan humanis. Ini bagian dari kontribusi Hiswana Migas untuk mendukung pelayanan energi kepada masyarakat,” kata Bashori.

Kegiatan Capacity Building Operator SPBU tersebut dibagi menjadi dua sesi setiap harinya. Masing-masing sesi diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari SPBU di wilayah kerja DPC Hiswana Migas Malang.
Wilayah kerja tersebut meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Probolinggo dan Pasuruan. Setiap SPBU mengirimkan dua orang operator untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Bashori berharap pembekalan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengetahuan dan pembentukan karakter yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan operator ketika kembali memberikan pelayanan kepada konsumen.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan perubahan nyata terhadap kualitas pelayanan di SPBU. Jadi, bukan hanya selesai mengikuti kegiatan, tetapi nilai-nilai yang didapat bisa diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.
Bagi DPC Hiswana Migas Malang, operator SPBU memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pihak yang langsung berinteraksi dengan masyarakat. Dari pelayanan di setiap nozzle BBM itulah pengalaman konsumen dan citra pelayanan SPBU terbentuk.
Melalui kegiatan tersebut, Hiswana Migas Malang ingin mendorong lahirnya operator yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki semangat pelayanan yang tinggi.
“Melayani dengan kebersamaan, bekerja dengan ketulusan,” menjadi semangat yang terus dibangun DPC Hiswana Migas Malang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor hilir migas.

Untuk memperkuat kapasitas para operator, DPC Hiswana Migas Malang menghadirkan Dr. Mukhlas Rofiq, CEO Kaliwatu Group, sebagai narasumber profesional. Materi yang diberikan meliputi pengembangan sumber daya manusia, pelayanan, pembangunan karakter, serta pembentukan mindset positif.
“Karakter dan sikap seseorang ketika berinteraksi dengan konsumen menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas pelayanan. Karena itu, operator perlu memiliki rasa percaya diri, mindset positif dan kemampuan komunikasi yang baik,” ujar Mukhlas dalam materinya.
Mukhlas juga mendorong para operator memahami nilai penting pekerjaan yang mereka jalankan. Menurutnya, pelayanan yang diberikan operator menjadi bagian dari interaksi langsung antara SPBU dan masyarakat. (nuh/arf)