email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Selasa, 13 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Guru Besar UIN Malang Prof Ahmad Barizi Gagas Kampus Ekologi, Padukan Sains dan Spiritualitas

by Javasatu
13 Oktober 2026

JAVASATU.COM- Guru Besar Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A., menggagas konsep Kampus Ekologi yang memadukan sains, kearifan lokal, dan spiritualitas untuk membangun kesadaran serta tanggung jawab terhadap lingkungan.

Guru Besar Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A. (kanan), saat memaparkan gagasan Kampus Ekologi dalam agenda Visiting Professor di Poltana Mapena, Tuban. (Foto: Javasatu.com)

Gagasan tersebut disampaikan Prof Barizi dalam agenda Visiting Professor di Politeknik Pertanian dan Peternakan (Poltana) Mapena, Tuban. Menurutnya, upaya mengatasi krisis lingkungan tidak cukup mengandalkan teknologi dan kebijakan, tetapi juga membutuhkan perubahan cara pandang manusia terhadap alam.

Ia menilai kerusakan hutan, pencemaran sungai, degradasi tanah, dan persoalan sampah menunjukkan pentingnya membangun kesadaran ekologis yang disertai etika dan tanggung jawab moral.

“Jika sains modern membantu manusia membaca alam, tasawuf membantu manusia membaca dirinya ketika berhadapan dengan alam,” demikian inti pemikiran yang disampaikan Prof Barizi dalam pemaparannya, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Prof Barizi, alam tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai sumber keuntungan material. Dalam perspektif Islam, manusia memiliki tanggung jawab sebagai hamba sekaligus khalifah untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana dan menjaga keseimbangan kehidupan.

Ia menjelaskan, konsep tazkiyat al-nafs atau penyucian jiwa serta sikap zuhud memiliki relevansi dalam membangun etika lingkungan. Zuhud, dalam konteks tersebut, bukan berarti meninggalkan kehidupan dunia, melainkan mengendalikan kepentingan material agar tidak mendorong eksploitasi alam secara berlebihan.

Konsep Kampus Ekologi yang ditawarkannya bertumpu pada tiga unsur utama. Sains berperan menyediakan data dan penjelasan empiris, kearifan lokal menghadirkan pengalaman masyarakat dalam merawat lingkungan, sedangkan spiritualitas menjadi landasan nilai dan tanggung jawab moral.

BacaJuga :

Prof Ahmad Barizi Soroti Tribalisme Digital dan Ancaman Intoleransi di UNUMA Tuban

Mahasiswa UM Olah Ampas Tebu dan Kulit Lemon Jadi Tisu Pembersih Sepatu

Prof Barizi menilai perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kampus juga perlu membentuk sumber daya manusia yang mampu menggunakan pengetahuan secara bertanggung jawab serta memahami batas pemanfaatan sumber daya alam.

Dalam penerapannya, pendidikan ekologi dapat dilakukan melalui pembelajaran perubahan iklim, pencemaran, dan degradasi lahan yang dipadukan dengan kegiatan pelestarian lingkungan. Mahasiswa juga dapat belajar langsung dari petani, masyarakat pesisir, dan komunitas sekitar hutan mengenai praktik pengelolaan alam yang berkelanjutan.

Gagasan tersebut dinilai relevan bagi perguruan tinggi di bidang pertanian dan peternakan. Pengembangan ilmu terapan dan pemanfaatan sumber daya alam perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta dampaknya bagi generasi mendatang.

Melalui perspektif tasawuf, Prof Barizi juga mengaitkan kesalehan dengan perilaku manusia terhadap lingkungan. Menjaga sumber air, merawat tanah, mengurangi sampah, dan mengendalikan konsumsi berlebihan merupakan bentuk tanggung jawab yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam agenda Visiting Professor di Poltana Mapena Tuban tersebut, gagasan Kampus Ekologi diperkenalkan sebagai pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, pengalaman masyarakat, dan nilai-nilai spiritual dalam membangun kesadaran lingkungan.

(Laporan: Ery Santika – Editor: Syaiful Arif)
Tags: pendidikanProf Ahmad BariziUIN Malang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Fe Jadikan Catatan Harian sebagai Lagu Debut “Selamat Datang”

Syaiful Rosyid Dorong UMKM Kabupaten Malang Perkuat Produksi dan Pemasaran

TNI Gagalkan Empat Calon PMI Ilegal ke Malaysia di Nunukan

Prof Ahmad Barizi Soroti Tribalisme Digital dan Ancaman Intoleransi di UNUMA Tuban

Rusli Zainudin Bongkar Sisi Gelap Manusia Modern Lewat Lagu Hipdut “Budak Cinta”

MWCNU Dukun Siapkan Lima Kegiatan Sambut Hari Santri Nasional 2026

Guru Besar UIN Malang Prof Ahmad Barizi Gagas Kampus Ekologi, Padukan Sains dan Spiritualitas

Diduga Dipicu Balas Dendam, Korban Pengeroyokan di Majalengka Ditembak Airsoft Gun

Mahasiswa UM Olah Ampas Tebu dan Kulit Lemon Jadi Tisu Pembersih Sepatu

Kemenag Gresik Evaluasi LPJ Dana BOS MI di Wilayah Gresik Utara

Prev Next

POPULER HARI INI

MWCNU Dukun Siapkan Lima Kegiatan Sambut Hari Santri Nasional 2026

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

BERITA LAINNYA

Fe Jadikan Catatan Harian sebagai Lagu Debut “Selamat Datang”

Syaiful Rosyid Dorong UMKM Kabupaten Malang Perkuat Produksi dan Pemasaran

TNI Gagalkan Empat Calon PMI Ilegal ke Malaysia di Nunukan

Prof Ahmad Barizi Soroti Tribalisme Digital dan Ancaman Intoleransi di UNUMA Tuban

Rusli Zainudin Bongkar Sisi Gelap Manusia Modern Lewat Lagu Hipdut “Budak Cinta”

MWCNU Dukun Siapkan Lima Kegiatan Sambut Hari Santri Nasional 2026

Guru Besar UIN Malang Prof Ahmad Barizi Gagas Kampus Ekologi, Padukan Sains dan Spiritualitas

Diduga Dipicu Balas Dendam, Korban Pengeroyokan di Majalengka Ditembak Airsoft Gun

Mahasiswa UM Olah Ampas Tebu dan Kulit Lemon Jadi Tisu Pembersih Sepatu

Kemenag Gresik Evaluasi LPJ Dana BOS MI di Wilayah Gresik Utara

Prev Next

POPULER MINGGU INI

GIBM Targetkan Bentuk Pengurus hingga Kecamatan di Blitar Akhir 2026

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

Terlanjur Klik File APK Penipuan? Ini Langkah yang Disarankan BRI untuk Nasabah

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved