JAVASATU.COM- Limbah kulit bawang merah yang selama ini kerap dibuang ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai guna. Dosen dan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kediri mengembangkan inovasi pengolahan kulit bawang merah menjadi kertas di Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

Inovasi yang diperkenalkan pada 4 Oktober 2026 tersebut menunjukkan potensi pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah. Proses pengolahan diperagakan mahasiswa dengan menjelaskan tahapan mengubah kulit bawang merah menjadi bahan dasar kertas.
Kegiatan ini dipelopori oleh Hanum Muarifah, S.Pt bersama Dr. Atik Winarti, S.Pt dan Dr. Ir. Nanang Febrianto, S.Pt, M.P. Tim juga melibatkan sembilan mahasiswa dari Eksekutif Keluarga Mahasiswa Fakultas (EKMF) Peternakan Departemen Ristan.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa Putri Alfina Mubarokah dan Dinda Nada Chalisa menjelaskan proses pengolahan kulit bawang merah, mulai dari persiapan bahan hingga pengeringan.
Putri menjelaskan, proses awal dilakukan dengan mencuci kulit bawang merah, kemudian merebusnya selama 30–50 menit. Setelah itu, kulit bawang didinginkan menggunakan air dingin sebelum dihaluskan dengan blender.
“Pertama, kulit bawang merah dicuci, kemudian direbus selama 30–50 menit. Setelah itu, didinginkan dengan air dingin sebelum diblender,” ujar Putri, dalam keterangan tertulis diterima Redaksi Javasatu.com, Senin (26/10/2026).
Menurut Putri, proses penghalusan menghasilkan tekstur bahan yang dapat berbeda, mulai dari halus hingga kasar, bergantung pada hasil pengolahan.
Setelah bahan selesai diolah, proses berikutnya adalah pengeringan. Dinda Nada Chalisa menjelaskan bahwa waktu pengeringan dipengaruhi kondisi cuaca.
“Kalau cuacanya panas, proses pengeringan bisa memakan waktu sekitar dua hari. Namun, kalau mendung, waktunya bisa lebih lama,” kata Dinda.
Pengolahan kulit bawang merah menjadi kertas ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan limbah pertanian. Selain mengurangi limbah yang terbuang, inovasi tersebut berpotensi dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Tim UB Kediri berencana mengembangkan produk tersebut agar dapat dipasarkan. Mereka juga merencanakan pengajuan paten untuk melindungi inovasi yang dihasilkan.
Melalui inovasi ini, kulit bawang merah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah berpotensi dimanfaatkan menjadi bahan baku produk kreatif dan membuka peluang usaha bagi masyarakat. (har/arf)





