JAVASATU.COM- Komisi IV DPRD Kabupaten Malang mengusulkan pembangunan rumah sakit tipe C di wilayah Malang Selatan kepada Kementerian PPN/Bappenas. Pembangunan rumah sakit tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 400 miliar hingga Rp 500 miliar dan diusulkan masuk dalam anggaran 2027.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, mengatakan usulan itu akan disampaikan dalam kunjungan kerja ke Bappenas bulan depan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyatakan siap menyediakan lahan, sedangkan pembiayaan pembangunan diharapkan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Nanti Komisi IV akan mengusulkan dan Kabupaten Malang siap lahan, manakala pemerintah pusat mau melakukan pembangunan rumah sakit tersebut. Ini kan salah satunya ingin menyampaikan kepada Bappenas, kalau wilayah Kabupaten Malang ini sangat luas, sehingga butuh satu lagi rumah sakit yang ada di 3T,” kata Zia’ul Haq, Selasa (27/10/2026).
Zia mengatakan pembangunan rumah sakit baru diperlukan untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi warga Malang Selatan, terutama dalam kondisi kegawatdaruratan. Selama ini, warga di sejumlah wilayah harus menempuh perjalanan cukup lama untuk mencapai RSUD Kanjuruhan di Kepanjen.
“Ketika ada orang yang mengalami kondisi darurat, untuk menjangkau ke Kepanjen, itu kan butuh waktu 2 jam setengah hingga 3 jam untuk bisa sampai ke Kepanjen,” ujarnya.
Menurut Zia, rumah sakit baru diharapkan memangkas waktu tempuh warga untuk mendapatkan penanganan medis. Usulan tersebut juga disebut sejalan dengan upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Zia memperkirakan pembangunan dapat dimulai pada tahun anggaran 2027 apabila usulan tersebut diterima pemerintah pusat dan masuk dalam perencanaan anggaran.
“Kalau dalam anggaran terdekat ini ya berarti bisa saja itu masuk di 2027. Kalau estimasi anggaran ya sekitar 400 sampai 500 miliar, karena di situ butuh alat-alat dan perlengkapan kesehatan yang lain,” tuturnya.
Terkait lokasi, Zia menyebut sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi tempat pembangunan, yakni Kecamatan Bantur, Sumbermanjing Wetan, Dampit, Tirtoyudo, atau Ampelgading. Lokasi final belum ditentukan.
“Kalau rumah sakit ya besar, artinya sekitar 20 sampai 25 hektare. Di wilayah Malang Selatan kita punya untuk tanah yang asetnya pemerintah Kabupaten Malang. Jadi nanti kita bawa aspirasi itu ke Bappenas,” pungkasnya. (agb/arf)






