Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Anjal di Kepanjen Malang Dinilai Dapat Kurangi Keindahan Estetika Kota

Syaiful Arif by Syaiful Arif
24 Februari 2021
0

Javasatu,Malang- Keberadaan Anak Jalanan (Anjal) dan Pengemis di Kepanjen Kabupaten Malang dinilai sejumlah warga mengurangi keindahan estetika kota.

Kondisi Anjal di salah satu perempatan di Kepanjen. (Foto: Sigit Bambang Kuncoro/Javasatu.com)

Salah satunya warga asal Penarukan Kepanjen, Ali Muchtar (36) mengatakan, akhir-akhir ini memang lumayan banyak anjal dan pengemis ditemui di Kepanjen seperti di perempatan setelah Pasar Kepanjen.

Ia menilai, kondisi itu bisa mengurangi keindahan estetika kota, apalagi Kota Kepanjen sudah resmi menyandang gelar Ibu Kota Kabupaten Malang.

“Dan juga Kota Kepanjen sudah belasan kali berhasil meraih Piala Adipura untuk kategori kota kecil di bidang kebersihan dan ketertiban oleh pemerintah pusat. Saya menilai tak elok lah” kata Muhtar, laki-laki yang juga berprofesi sebagai guru.

Sementara itu, Hadi (27) salah satu anjal yang berhasil ditemui awak media pada Sabtu 20 Februari 2021 mengungkapkan, Kota Kepanjen sangat berpotensi menjadi ladang mengais rezeki.

“Ya hanya ikuti kata hati saja, kok enak cari uang disini (Kepanjen, red)” kata Hadi, Sabtu (20/2/2021).

Apakah tidak takut terkena razia?, pria asal Wlingi Blitar ini mengaku sudah terbiasa di razia. Baginya, sudah menjadi risiko jika terkena razia saat mengamen di jalanan.

“Ya mau bagaimana lagi, kita hanya kerja mencari uang dengan cara mengamen, kalau kena razia bagi kami sudah biasa” beber Hadi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Miskat. (Foto: Sigit Bambang Kuncoro/Javasatu.com)

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang H. Miskat menyebut anjal dan pengemis adalah masalah sosial, dan penangananya tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak namun butuh kolaborasi antar semua pemangku kepentingan di Kabupaten Malang.

“Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya secara parsial, tapi butuh penanganan terintegrasi dengan melibatkan seluruh elemen yang ada, mulai eksekutif, legislatif dan seluruh elemen masyarakat” kata Miskat saat menghadiri sosialisasi penanganan anjal, ODGJ, dan Kaum Disabilitas di pendopo Kecamatan Kepanjen, Sabtu (20/2/2021).

Menurut Miskat, keberadaan Kota Kepanjen bisa dikatakan sebagai kota metropolis dengan dinamika yang ada, maka bagi para anjal menjadi sasaran utama untuk mencari uang, makanya tidak berlebihan jika Kota Kepanjen jadi jujugan para anjal dari luar daerah.

“Makanya kita butuh masukan masyarakat seperti apa penanganan yang tepat, kemudian akan kita bahas di dewan. Hasilnya akan kita sampaikan ke Pemerintah untuk ditindaklanjuti terkait masalah sosial yang ada” tutur Miskat.

Miskat menandaskan, DPRD Kabupaten Malang akan mendukung dan mengawasi program Pemkab Malang dalam masalah sosial tersebut.

Selanjutnya, Camat Kepanjen Abai Saleh menambahkan, hampir setiap minggu Kota Kepanjen diserbu oleh anjal maupun pengemis dari luar daerah, salah satunya seperti dari daerah Blitar.

Baginya dan jajaran Muspika Lainnya, kondisi seperti ini menjadi sebuah dinamika yang memerlukan solusi cepat agar bisa segera dicarikan jalan keluar. Apalagi kota Kepanjen menjadi salah satu barometer Kabupaten Malang, sehingga akan menjadi sorotan berbagai pihak.

“Strategi kita ya melakukan pendekatan ke mereka, sesekali juga kita operasi dan kita tertibkan” kata Abai Saleh, Sabtu (20/2/2021)

Apakah tidak ada upaya membersihkan Kepanjen dari Anjal? Abai menjawab jika hal itu sulit dilakukan. Keberadaan mereka juga untuk mencari rezeki. Jika dipaksakan untuk di tertibkan terus menerus, ia justru khawatir akan ada perlawanan kepada petugas.

“Karena ini kan berhubungan dengan isi perut, jika kita razia dan ditertibkan, kita khawatir akan ada perlawanan dan berujung kontak fisik dengan petugas. Kasihan jika kita paksakan terjadi,” tandas Abai Saleh.

Solusinya, terang Abai adalah dengan melakukan pendekatan humanis, dan ini, diakui mantan Kabag Pertanahan ini sudah dilakukan dirinya dengan lima pilar Kepanjen.

Kendati, bukan perkara mudah, namun Abai optimis, dengan sinergitas lima pilar dan satuan perangkat kerja Kabupaten Malang, solusi untuk menangani problem anjal segera ditemukan. (Git/Saf)

Previous Post

Stttt….Ini Cara Kalau Mau Poligami Aman

Next Post

Istri Bupati Gresik Terpilih ‘Ning Nurul’ Tak Canggung Punguti Sampah

Related Posts

Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026, 158 Orang Berisiko Hipertensi
Kesehatan

Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026, 158 Orang Berisiko Hipertensi

27 April 2026
Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi
Kota Malang

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi

27 April 2026
Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda
Kota Malang

Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda

27 April 2026
Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Perumda Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar
Kota Malang

Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Perumda Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar

27 April 2026
Pameran 22 Tahun Sanggar DAUN Diserbu Pengunjung, 45 Karya Anak Dipamerkan
Berita

Pameran 22 Tahun Sanggar DAUN Diserbu Pengunjung, 45 Karya Anak Dipamerkan

26 April 2026
Nyepi 1948 di Malang, Anak Pasraman Ambil Peran
Berita

Nyepi 1948 di Malang, Anak Pasraman Ambil Peran

26 April 2026
Next Post
Istri Bupati Gresik Terpilih ‘Ning Nurul’ Tak Canggung Punguti Sampah

Istri Bupati Gresik Terpilih 'Ning Nurul' Tak Canggung Punguti Sampah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Ibu RR Minta Polisi Usut Dugaan Penipuan MBG Majalengka, Klaim Aset Hampir Rp1 Miliar Diserahkan
  • TransNusa Buka Rute Bali-Melbourne
  • KYM dan SATUPENA Siapkan Nubar Puisi Nasional di Kota Batu, Digelar 8 November
  • Retreat Kepala Sekolah Kota Malang Dibatalkan, Program Kompetensi Tetap Jalan
  • Pemkab Gresik Perketat Pengawasan LPG 3 Kg, HET Pangkalan Rp18 Ribu
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com