Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Peduli Masa Pandemi, Bupati & Wabup Gresik Tolak Mobil Dinas Baru

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
6 Maret 2021

Javasatu,Gresik- Dengan masih memiliki rasa empati tinggi terhadap masa pandemi Covid-19, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dengan tegas menolak menggunakan mobil dinas baru.

“Saya dan Bu Wabup sudah bersepakat untuk menolak mobil dinas baru. Dalam kondisi pandemi covid-19 ini sangat menghemat anggaran kita,” ujar Bupati Gresik di halaman kantor DPRD Gresik, Sabtu (6/3/2021).

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani tolak menggunakan mobil dinas baru. (Foto: Sudasir Al Ayyubi/Javasatu.com)

Bagaimana tidak, sikap keduanya untuk menolak mobil dinas baru bisa menghemat anggaran hingga Rp 1,4 miliar. Patokan harga tersebut berdasar harga mobil dinas baru Toyota New Fortuner Vrz 4×4 2.4 SRZ A/T DSL seharga Rp 700 jutaan untuk satu orang.

“Pakai ini saja untuk mengefisiensi anggaran. Toh masih layak dipakai,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

Saat menuju lokasi serah terima jabatan, Gus Yani (Fandi Akhmad Yani) dan Bu Min (Aminatun Habibah) lebih memilih menggunakan mobil dinas lama.

Untuk Gus Yani, menggunakan Toyota Fortuner tahun 2016 yang sebelumnya adalah mobil dinas mantan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto. Sedangkan Bu Min, menggunakan mobil dinas mantan Wabup Gresik, Mohammad Qosim.

Kondisi mobil dinas lama. (Foto: Sudasir Al Ayyubi/Javasatu.com)

Salah satu pertimbangan lain untuk tetap menggunakan mobil dinas lama adalah kondisi mobil yang masih prima, perawatan servis rutin dan belum ada kerusakan yang berarti.

Selain menghemat anggaran, angka pengangguran dan kemiskinan di Gresik yang masih tinggi menjadi alasan keduanya untuk lebih memilih menggunakan mobil dinas yang masih layak pakai. (Bas/Krs)

Tags: mobil dinasTolak mobil dinas baru
Previous Post

Bupati & Wakil Bupati Gresik Diminta Lakukan Percepatan Digitalisasi Market UMKM

Next Post

Sa’dullah Terpilih Ketua Askab PSSI Kabupaten Malang

Related Posts

Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026, 158 Orang Berisiko Hipertensi
Kesehatan

Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026, 158 Orang Berisiko Hipertensi

27 April 2026
Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi
Kota Malang

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi

27 April 2026
Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda
Kota Malang

Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda

27 April 2026
Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Perumda Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar
Kota Malang

Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Perumda Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar

27 April 2026
Pameran 22 Tahun Sanggar DAUN Diserbu Pengunjung, 45 Karya Anak Dipamerkan
Berita

Pameran 22 Tahun Sanggar DAUN Diserbu Pengunjung, 45 Karya Anak Dipamerkan

26 April 2026
Nyepi 1948 di Malang, Anak Pasraman Ambil Peran
Berita

Nyepi 1948 di Malang, Anak Pasraman Ambil Peran

26 April 2026
Next Post
Sa’dullah Terpilih Ketua Askab PSSI Kabupaten Malang

Sa'dullah Terpilih Ketua Askab PSSI Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com