JAVASATU.COM- Perayaan Dharma Shanti dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Malang berlangsung berbeda. Sekitar 250 siswa Pasraman Shantika Dharma dari tingkat TK hingga SMA/K mengambil peran penuh dalam seluruh rangkaian acara yang digelar di Aula Kampus Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Shantika Dharma, kompleks Pura Luhur Dwijawarsa, Minggu (26/4/2026).

“Program ini dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari peringatan Hari Suci Nyepi sekaligus menjadi media pembelajaran bagi seluruh sisya di bawah naungan Yayasan Shantika Dharma,” ujar Ketua Pembina Pasraman, I Nyoman Sedana.
Berbeda dari kegiatan seremonial pada umumnya, seluruh pengisi acara dalam Dharma Shanti ini berasal dari siswa pasraman sendiri. Mereka tampil sebagai pembawa acara, penari, pembaca doa, hingga penyampai dharmawacana (kotbah agama), menjadikan kegiatan ini sebagai sarana pembinaan karakter dan praktik langsung nilai-nilai keagamaan.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dalam mengekspresikan nilai-nilai keagamaan,” tambahnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Shantika Dharma, I Made Sunada, menegaskan pentingnya pendidikan agama sejak dini dalam membentuk karakter generasi muda yang bertanggung jawab dan berdedikasi.
“Pembinaan pendidikan agama harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak mampu menghayati dan mengamalkan nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat serta mampu berkarya dan mengabdi bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, yayasan yang kini memasuki usia ke-25 tahun itu tidak hanya bergerak di bidang pendidikan formal dari PAUD hingga perguruan tinggi, tetapi juga aktif dalam pendidikan nonformal serta kegiatan sosial, seperti program penanganan stunting, penghijauan, dan pengabdian masyarakat.
“Kami berharap dapat terus berkiprah dalam pendidikan sekaligus berkontribusi dalam pembinaan sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat,” katanya.

Kegiatan Dharma Shanti tahun ini mengusung tema “Wasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju” yang menekankan pentingnya persatuan dan harmoni dalam kehidupan berbangsa.
Acara berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi bukti nyata peran generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan modern. (arf)