JAVASATU.COM- Sekitar 90 warga Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, terpaksa mengungsi ke Kampung Tirineri, Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, usai serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kodim 1714/Puncak Jaya turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi.

“Tujuan kami datang ke sini adalah untuk menjenguk Bapak, Mama, dan anak-anak semua yang sedang mengungsi dari Distrik Sinak. Kami dari Kodim membawa sedikit berkat sembako sebagai tanda kepedulian,” ujar Dandim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf Bagus Kurniawan, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi media ini pada Minggu (26/4/2026) melalui Puspen TNI.
Kodim 1714/Puncak Jaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak konflik sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan kemanusiaan di wilayah tersebut.
Bantuan disalurkan di Kampung Tirineri dengan melibatkan personel Makodim 1714/PJ. Rombongan berangkat dari Makodim di Jalan Trans Papua, Distrik Pagaleme, dan tiba dengan aman. Turut hadir Danpos Tirineri Yonif 743/PSY Lettu Inf Dodi Setiawan serta Gembala Jemaat Tirineri, Pdt. Yandinus Telenggen.
“Kami mewakili seluruh masyarakat sangat berterima kasih kepada Bapak Dandim karena sudah datang menjenguk dan membawa berkat bagi kami yang sedang mengungsi,” kata perwakilan warga, Dianus Enumbi.
Pengungsian ini merupakan dampak dari aksi kekerasan yang terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Kembru, Distrik Sinak. Insiden tersebut dipicu pembakaran hunian dan penembakan oleh KKB pimpinan Lekagak Telenggen yang menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil, serta trauma bagi warga sipil.
Selain menerima bantuan, para pengungsi juga diimbau untuk tetap menjaga ketenangan. Warga setempat berharap situasi segera kondusif agar aktivitas kembali normal, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Kami berharap keadaan tetap aman supaya masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa, khususnya bekerja di kebun,” ujar perwakilan warga setempat, Neli Telenggen. (arf)