email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 23 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pemdes Gredek Duduksampeyan Gandeng Komunitas Berburu Tikus Berhadiah

by Sudasir Al Ayyubi
31 Oktober 2021

JAVASATU-GRESIK- Tercatat, memasuki musim tanam sebanyak 70 penembak jitu dari komunitas diterjunkan untuk membasmi hama tikus di areal persawahan Desa Gredek Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik, Sabtu (30/10/2021) malam. Kegiatan ini juga menjadi bentuk pengabdian masyarakat dari para mahasiswa/i Universitas Trunojoyo Madura.

(Foto: Istimewa)

Karena dianggap meresahkan warga lantaran sering memakan padi, sebelum musim tanam para penembak tersebut didatangkan dari Bediler atau Sniper yang tergabung di Community Bediler Gresik (CBG).

Para Bediler berburu tikus ini diikuti lebih dari 14 kelompok (tiap kelompok minimal 5 orang). Mereka berburu tikus di persawahan desa setempat.

Saat ditemui disela – sela kegiatan Kepala Desa (Kades) Gredek M. Bahrul Ghofar menuturkan, dimana memasuki musim tanam Pemerintahan Desa (Pemdes ) Gredek bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang bekerjasama dengan tim CBG melakukan perburuan tikus.

“Ini untuk meminimalisir hama tikus yang berada di persawahan Desa Gredek” katanya.

Dengan adanya Bediler ini, dia menerangkan, agar kemudian nantinya di musim tanam tiba. Kerusakan padi yang disebabkan hama tikus itu bisa kita minimalisir.

“Ini adalah salah satu bentuk usaha kami dalam pembasmian hama tikus” tegas Kades.

Kades Bahrul Ghofar menambahkan, selain itu, untuk mengembalikan rantai makanan secara alamiah, dia membuat program pendirian rumah burung hantu.

“Insyaallah kegiatan ini kita lakukan setiap tahun. Iya ntuk mengembalikan rantai makanan secara alamiah, akan tetapi tidak berhenti sampai disitu kami juga melakukan ini sebagai ikhtiar tambahan sehingga pada musim panen bisa melimpah. Bila nantinya hama tikus ini belum bisa dikendalikan atau di basmi kedepan kita akan terus berinovasi dan mencari solusi yang lainnya dalam hal penanganan hama tikus” paparnya.

Sebab dimana hama tikus ini menjadi momok bagi para petani di Desa Gredek. Dia menegaskan, saat musim tanam sebelumnya, tanaman padi petani setempat banyak yang rusak akibat serangan tikus, sehingga produksinya menurun.

Bagi Ghofar cara itu lebih aman dan efektif, karena selama ini para petani sering menggunakan kawat listrik untuk jebakan tikus. Daripada memasang jebakan tikus beraliran listrik yang mana nantinya berakibat fatal bisa – bisa merenggut korban.

“Untuk itu kita datangkan Bediler” ucap Kades.

Lebih jauh ia menerangkan, sebagai bentuk komitmen terkait aliran listrik yang berada di areal persawahan, telah menerbitkan PERDes dimana area persawahan yang sudah berdiri rumah burung hantu untuk meniadakan aliran listrik di sawah.

“Guna memotivasi semangat peserta, kami juga menyiapkan hadiah bagi peserta yang mampu mengumpulkan tikus paling banyak” tambahnya.

Perburuan tikus ini mengundang gelak tawa masyarakat. Sebab puluhan Bediler atau Sniper turun ke sawah dan memeriksa setiap lubang di pematang. Mereka juga mengobrak-abrik semak belukar yang diduga menjadi sarang tikus. Alhasil begitu melihat kepala tikus maka selongsong peluru langsung menembus kepala dan akhirnya mati.

“Bangkai – bangkai tikus itu kemudian dikumpulkan untuk dikubur” jelas dia.

(Foto: Istimewa)

Sementara itu Ketua CBG M. Muslik di dampingi Bendahara Irawan Edi emngungkapkan, perburuan hama tikus itu untuk membantu petani dalam meningkatkan hasil panen. Kegiatan pemusnahan itu sebagai bentuk bakti sosial kepada masyarakat khususnya para petani yang lahannya diserang hama tikus.

“Kami yang tergabung di CBG, dan kebetulan disini kami ada permintaan dari petani atau Pemdes Gredek. Kami sangat merasa senang bisa berpartisipasi untuk bisa mengurangi hama tikus” ungkap dia.

BacaJuga :

ETLE Handheld Diterapkan di Gresik, Dorong Disiplin Lalu Lintas

Pengasuh Pesantren Tebuireng Gus Kikin Ajak Jaga Ukhuwah NU

Ia menyebut, dalam perburuan tersebut hanya butuh waktu 2 jam, total lebih dari 730 ekor tikus ditembak mati.

“Yang bisa dibawa dan yang tidak bisa dibawah kena dan masuk ke lubang kembali itu ada sekitar tiga kali lipatnya” kata dia.

(Foto: Istimewa)

Untuk perolehan tikus terbanyak Juara 1 mendapatkan uang Rp. 500 ribu, Juara 2 Rp. 400 ribu, juara ke 3 Rp. 300 ribu sedangkan di juara harapan satu Rp. 250 ribu, Juara harapan dua Rp. 200 ribu, dan Juara harapan tiga Rp. 150 ribu. (Bas/Nuh)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Desa GredekKecamatan DuduksampeyanTikusUniversitas Trunojoyo Madura

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

ETLE Handheld Diterapkan di Gresik, Dorong Disiplin Lalu Lintas

NasDem Jatim Tutup Bimtek DPRD 2026, 147 Anggota Digembleng Politik Anggaran

Ketum PBTI Lantik Pengurus Taekwondo Kaltim, Targetkan Prestasi Dunia

Band Asal Malang One More Light Rilis “Save My Heart”, Angkat Kisah Kehilangan di Masa Tersulit

Eksekusi Swalayan Dinoyo Malang, PN Kosongkan Aset Lelang, Putusan Inkrah

Berkedok Pengobatan, Pria di Gedangan Malang Cabuli Pasien Dibekuk Polisi

TMMD 128 di Mimika, Kampung Keakwa Jadi Prioritas Pembangunan

Pengasuh Pesantren Tebuireng Gus Kikin Ajak Jaga Ukhuwah NU

TMMD ke-128 Gresik Dimulai, Fokus Bedah Rumah hingga Pembangunan Jalan Desa

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

Wali Kota Kediri Lantik PNS, Tekankan Profesionalisme dan Loyalitas

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

BERITA LAINNYA

NasDem Jatim Tutup Bimtek DPRD 2026, 147 Anggota Digembleng Politik Anggaran

Ketum PBTI Lantik Pengurus Taekwondo Kaltim, Targetkan Prestasi Dunia

Band Asal Malang One More Light Rilis “Save My Heart”, Angkat Kisah Kehilangan di Masa Tersulit

TMMD 128 di Mimika, Kampung Keakwa Jadi Prioritas Pembangunan

Kota Kediri Konsisten 5 Tahun di 10 Besar Kota Toleran Nasional

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Kasum TNI Diapresiasi Pemerintah Selandia Baru atas Pembebasan Pilot KKB

Perwira TNI Jadi Lulusan Terbaik SLC 2026 di Brunei Darussalam

Atlet Muda Taekwondo Indonesia Kalahkan Eropa di Uzbekistan

Analis Apresiasi Gercep Kapolda Banten Tanam Ribuan Pohon Dukung Asta Cita

Prev Next

POPULER MINGGU INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved