email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Senin, 5 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pemdes Gredek Duduksampeyan Gandeng Komunitas Berburu Tikus Berhadiah

by Sudasir Al Ayyubi
31 Oktober 2021

JAVASATU-GRESIK- Tercatat, memasuki musim tanam sebanyak 70 penembak jitu dari komunitas diterjunkan untuk membasmi hama tikus di areal persawahan Desa Gredek Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik, Sabtu (30/10/2021) malam. Kegiatan ini juga menjadi bentuk pengabdian masyarakat dari para mahasiswa/i Universitas Trunojoyo Madura.

(Foto: Istimewa)

Karena dianggap meresahkan warga lantaran sering memakan padi, sebelum musim tanam para penembak tersebut didatangkan dari Bediler atau Sniper yang tergabung di Community Bediler Gresik (CBG).

Para Bediler berburu tikus ini diikuti lebih dari 14 kelompok (tiap kelompok minimal 5 orang). Mereka berburu tikus di persawahan desa setempat.

Saat ditemui disela – sela kegiatan Kepala Desa (Kades) Gredek M. Bahrul Ghofar menuturkan, dimana memasuki musim tanam Pemerintahan Desa (Pemdes ) Gredek bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang bekerjasama dengan tim CBG melakukan perburuan tikus.

“Ini untuk meminimalisir hama tikus yang berada di persawahan Desa Gredek” katanya.

Dengan adanya Bediler ini, dia menerangkan, agar kemudian nantinya di musim tanam tiba. Kerusakan padi yang disebabkan hama tikus itu bisa kita minimalisir.

“Ini adalah salah satu bentuk usaha kami dalam pembasmian hama tikus” tegas Kades.

BacaJuga :

Apel Terakhir Kapolres Gresik, AKBP Rovan Titipkan Doa dan Pesan untuk Anggota

Motor Dilaporkan Hilang di Manyar, Polisi Pastikan Hanya Tertukar di Parkiran Indomaret

Kades Bahrul Ghofar menambahkan, selain itu, untuk mengembalikan rantai makanan secara alamiah, dia membuat program pendirian rumah burung hantu.

“Insyaallah kegiatan ini kita lakukan setiap tahun. Iya ntuk mengembalikan rantai makanan secara alamiah, akan tetapi tidak berhenti sampai disitu kami juga melakukan ini sebagai ikhtiar tambahan sehingga pada musim panen bisa melimpah. Bila nantinya hama tikus ini belum bisa dikendalikan atau di basmi kedepan kita akan terus berinovasi dan mencari solusi yang lainnya dalam hal penanganan hama tikus” paparnya.

Sebab dimana hama tikus ini menjadi momok bagi para petani di Desa Gredek. Dia menegaskan, saat musim tanam sebelumnya, tanaman padi petani setempat banyak yang rusak akibat serangan tikus, sehingga produksinya menurun.

Bagi Ghofar cara itu lebih aman dan efektif, karena selama ini para petani sering menggunakan kawat listrik untuk jebakan tikus. Daripada memasang jebakan tikus beraliran listrik yang mana nantinya berakibat fatal bisa – bisa merenggut korban.

“Untuk itu kita datangkan Bediler” ucap Kades.

Lebih jauh ia menerangkan, sebagai bentuk komitmen terkait aliran listrik yang berada di areal persawahan, telah menerbitkan PERDes dimana area persawahan yang sudah berdiri rumah burung hantu untuk meniadakan aliran listrik di sawah.

“Guna memotivasi semangat peserta, kami juga menyiapkan hadiah bagi peserta yang mampu mengumpulkan tikus paling banyak” tambahnya.

Perburuan tikus ini mengundang gelak tawa masyarakat. Sebab puluhan Bediler atau Sniper turun ke sawah dan memeriksa setiap lubang di pematang. Mereka juga mengobrak-abrik semak belukar yang diduga menjadi sarang tikus. Alhasil begitu melihat kepala tikus maka selongsong peluru langsung menembus kepala dan akhirnya mati.

“Bangkai – bangkai tikus itu kemudian dikumpulkan untuk dikubur” jelas dia.

(Foto: Istimewa)

Sementara itu Ketua CBG M. Muslik di dampingi Bendahara Irawan Edi emngungkapkan, perburuan hama tikus itu untuk membantu petani dalam meningkatkan hasil panen. Kegiatan pemusnahan itu sebagai bentuk bakti sosial kepada masyarakat khususnya para petani yang lahannya diserang hama tikus.

“Kami yang tergabung di CBG, dan kebetulan disini kami ada permintaan dari petani atau Pemdes Gredek. Kami sangat merasa senang bisa berpartisipasi untuk bisa mengurangi hama tikus” ungkap dia.

Ia menyebut, dalam perburuan tersebut hanya butuh waktu 2 jam, total lebih dari 730 ekor tikus ditembak mati.

“Yang bisa dibawa dan yang tidak bisa dibawah kena dan masuk ke lubang kembali itu ada sekitar tiga kali lipatnya” kata dia.

(Foto: Istimewa)

Untuk perolehan tikus terbanyak Juara 1 mendapatkan uang Rp. 500 ribu, Juara 2 Rp. 400 ribu, juara ke 3 Rp. 300 ribu sedangkan di juara harapan satu Rp. 250 ribu, Juara harapan dua Rp. 200 ribu, dan Juara harapan tiga Rp. 150 ribu. (Bas/Nuh)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Desa GredekKecamatan DuduksampeyanTikusUniversitas Trunojoyo Madura

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Apel Terakhir Kapolres Gresik, AKBP Rovan Titipkan Doa dan Pesan untuk Anggota

Tim Korem Makutarama Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih di Blora

Motor Dilaporkan Hilang di Manyar, Polisi Pastikan Hanya Tertukar di Parkiran Indomaret

Pengamat Nilai Pilkada Lewat DPRD Konstitusional dan Demokratis

10 Kepala Daerah Lolos Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI 2026, Adu Gagasan

Lima Titik Perbatasan Bakal Disulap Jadi Ikon Baru Bojonegoro

Petani Garam Donomulyo Dapat Angin Segar, Produksi Tunnel Dilirik Kementan

Korps Mubaligah Gresik Latih Public Speaking, Perkuat Dakwah dengan Retorika Modern

GP Ansor Bangun Mojokerto Gelar MHQ 2026, Tanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini

KNPI dan NYC Indonesia Kecam Serangan Militer AS ke Venezuela, Serukan Dialog Damai

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Korps Mubaligah Gresik Latih Public Speaking, Perkuat Dakwah dengan Retorika Modern

Bupati Gresik Tantang IPNU-IPPNU Hadirkan Program Nyata untuk Masyarakat

GP Ansor Bangun Mojokerto Gelar MHQ 2026, Tanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

BERITA LAINNYA

Tim Korem Makutarama Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih di Blora

Pengamat Nilai Pilkada Lewat DPRD Konstitusional dan Demokratis

10 Kepala Daerah Lolos Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI 2026, Adu Gagasan

GP Ansor Bangun Mojokerto Gelar MHQ 2026, Tanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini

KNPI dan NYC Indonesia Kecam Serangan Militer AS ke Venezuela, Serukan Dialog Damai

Pengamat Puji Kakorlantas Polri, Operasi Lilin 2025 Dinilai Sukses Amankan Nataru

Days Of Law Career 2026 Gandeng Astra, Ajak Mahasiswa Hukum Kenali Karier Korporasi

OPINI: Fiskal untuk Indonesia Baru: Mengakhiri Kemiskinan dan Menyelamatkan Lingkungan

Pilkada Tak Langsung: Ketika Elite Partai Ingin Kembali Jadi Bos

Kemenimipas Catat Capaian Strategis 2025, Analis Apresiasi Arah Transformasi

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Viral Truk Tabrak Pagar SMK Turen Malang, YPTT Berikan Klarifikasi

Sempat Ricuh, Dua Kontainer Bantuan Warga Malang Raya di Sumut Akhirnya Bisa Didistribusikan

Konflik Kepemilikan SMK Turen Malang, Dua Yayasan Bertemu di Mapolsek Cari Solusi

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved