email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 25 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Wabah PMK di Kabupaten Malang Menyebabkan Ribuan Liter Susu Dibuang

by Agung Baskoro
23 Juni 2022

JAVASATU.COM-MALANG- Dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Malang tidak hanya menyerang pada peternak sapi saja, akan tetapi juga berdampak pada pelaku usaha susu sapi perah.

Ilustrasi Peternakan Sapi Perah di Kabupaten Malang wilayah Barat. (Foto: Agung Baskoro/Javasatu.com)

Yang mengaku sangat terdampak dari PMK adalah KUD Sumber Makmur Kecamatan Ngantang. Dimana produktifitas susu yang dikelola di KUD tersebut mengalami penurunan hingga 50 persen.

“Awalnya kita bisa memproduksi (susu) 104 ton per hari. Namun saat ini hanya sekitar 51 ton per harinya. Sudah sekitar 50 persen,” ujar Ketua KUD Sumber Makmur, Sugiono, Kamis (23/6/2022).

Sugiono menyebut, susu tersebut merupakan hasil perahan peternak sapi yang menjadi anggota KUD Sumber Makmur. Namun sekitar 50 ton susu yang tak dapat diolah dan terpaksa harus dibuang. Hal tersebut karena susu tersebut tercemar residu antibiotik.

“Jadi sapi yang terdampak PMK memang kita injek dengan antibiotik. Agar peternak masih bisa setor susu,” imbuh Sugiono.

Belum lagi, susu yang disetor tersebut kata dia, harus dibeli oleh KUD Sumber Makmur dengan harga normal. Yakni berkisar di harga Rp 6.000 perliter. Meskipun, tidak semua susu dapat diolah.

Praktis, lanjut dia, hal tersebut menyebabkan kerugian bagi pihak KUD. Namun Sugiono menyebut bahwa hal tersebut memang harus dilakukan. Agar peternak sapi yang menjadi anggotanya tidak begitu panik dalam menghadapi wabah PMK.

“Karena bagaimana pun kita tetap berusaha memberikan support kepada peternak, supaya peternak ini tidak begitu panik. Dan pada akhirnya susu tetap kita beli, sebagian akan menjadi kerugian KUD. Selain itu, konsentrat yang disuplai KUD bagi peternak juga tidak mungkin dikurangi. Hal tersebut lantaran untuk memastikan kondisi sapi agar tetap prima. Sehingga, juga menjadi bagian kerugian KUD,” terang Sugiono.

BacaJuga :

Zia’ul Haq: Pencak Silat Jadi Wadah Bentuk Karakter Pelajar Kabupaten Malang

Distribusi Aspal Didekatkan, Bina Marga Percepat Perbaikan Jalan Malang Selatan

Dari catatannya, secara keseluruhan, populasi sapi di Ngantang kurang lebih ada sekitar 17.800 ekor sapi. Dimana dari laporan yang ia terima pada Selasa (21/6/2022) ada sekitar 8.000 ekor sapi yang terkonfirmasi PMK. Dan semua sapi berjenis sapi perah tersebut tercatat sebagai anggota KUD Sumber Makmur.

Sementara itu sebelumnya, kondisi serupa juga disampaikan oleh pihak Koperasi SAE Pujon. Dimana akibat wabah PMK ini, produktifitas susu di Koperasi ini juga mengalami penurunan. Dan hal tersebut juga berimbas pada meruginya Koperasi SAE Pujon, hingga Rp 3 Milyar. (Agb/Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kecamatan NgantangPenyakit Mulut dan KukuPMK Kabupaten MalangSusu Sapi Perah

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Anggota DPRD Kota Malang Suyadi Soroti Dugaan Penamparan Siswa SMPN 18

Tim 11 TEP UB Kenalkan Nila Braja 001 untuk Budidaya Ikan di Klamono Sorong

JMSI Dukung HPN 2027 di Lampung, Dorong Pers Makin Profesional

Hari Tani Nasional, LPPNU Gresik Dorong Petani NU Perkuat Ketahanan Pangan

Tak Ada Beton, Tak Ada Aspal, Iing Misbahuddin Ngobrolin Nasib UMKM di Talaga

Kota Malang Raih IHYA 2026, Dua Tahun Berturut-turut

Kopi Amstirdam Didorong Jadi Brand Global, Bukan Sekadar Komoditas

Warga Kedungkandang Malang Diingatkan Bahaya SUTT 150 kV

Jelang HUT TNI, Moeldoko Ingatkan Prajurit Jaga Profesionalisme

Bukan Cuma Lomba, MTQ Nasional 2026 Putar Ekonomi Rp1,2 Triliun

Prev Next

POPULER HARI INI

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

BERITA LAINNYA

Anggota DPRD Kota Malang Suyadi Soroti Dugaan Penamparan Siswa SMPN 18

Tim 11 TEP UB Kenalkan Nila Braja 001 untuk Budidaya Ikan di Klamono Sorong

JMSI Dukung HPN 2027 di Lampung, Dorong Pers Makin Profesional

Hari Tani Nasional, LPPNU Gresik Dorong Petani NU Perkuat Ketahanan Pangan

Tak Ada Beton, Tak Ada Aspal, Iing Misbahuddin Ngobrolin Nasib UMKM di Talaga

Kota Malang Raih IHYA 2026, Dua Tahun Berturut-turut

Kopi Amstirdam Didorong Jadi Brand Global, Bukan Sekadar Komoditas

Warga Kedungkandang Malang Diingatkan Bahaya SUTT 150 kV

Jelang HUT TNI, Moeldoko Ingatkan Prajurit Jaga Profesionalisme

Bukan Cuma Lomba, MTQ Nasional 2026 Putar Ekonomi Rp1,2 Triliun

Prev Next

POPULER MINGGU INI

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved