email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 8 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

AKSI Nusantara Ragu Keseriusan Pemerintah Pengurangan 70% Sampah Plastik ke Laut pada 2025

by Sudasir Al Ayyubi
28 November 2022

JAVASATU.COM-SURABAYA- Sebanyak 40 relawan Asosiasi Komunitas Sungai Nusantara (AKSI Nusantara) pada Minggu (27/11/2022) melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik di Pantai Kenjeran Sungai Surabaya.

(Foto: AKSI Nusantara for Javasatu.com)

Manajer Litigasi AKSI Nusantara, Kholid Basyaiban mengungkapkan, selain bersih-bersih tim AKSI Nusantara juga melakukan brand audit yang menemukan merk dari Wings Groups (so Klin, mie sedap) sebagai pencemar terbanyak disusul Unilever (rinso, royco, molto), Santos Jaya Abadi (kopi kapal api), Frisian Flag (susu bendera) dan Forisa Nusa Persada (pop ice, top ice).

Menurut dia, dalam G20, Kementerian Maritim dan investasi menegaskan, rencana pemerintah dalam pengurangan luberan sampah plastik ke laut hingga 70% pada tahun 2025. Namun temuan AKSI Nusantara menunjukkan fakta berbeda. AKSI Nusantara meragukan keseriusan Pemerintah dalam hal Pengurangan 70% sampah plastik ke laut pada 2025

“Dalam investigasi yang Kami lakukan pada tahun 2022 menunjukkan bahwa pesisir dan sungai Indonesia masih dijumpai sampah plastik, bahkan di provinsi Maluku Utara, Maluku, Sulawesi dan Papua Barat sampah plastik dari sungai langsung masuk ke laut tanpa adanya upaya pencegahan” ungkap Kholid Basyaiban, Minggu (27/11/2022) melalui keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut ia menyebut bahwa Pemerintah hanya sibuk seremonial dan tidak menyentuh grassroot sehingga rencana pengurangan sampah plastik akan sulit tercapai.

Belum Membumi

(Foto: AKSI Nusantara for Javasatu.com)

Kholid Basyaiban membeberkan, program pengurangan sampah plastik tertuang dalam roadmap pengurangan sampah plastik di PERMENKLHK 75/2019 yang menargetkan pengurangan 30% sampah dan pengolahan 70% sampah.

“Pemerintah kurang serius dalam pengolahan sampah karena hingga kini pemda hanya mampu menangani kurang dari 40% penduduk sehingga 60% penduduk masih tidak terlayani dan mereka akan membuang sampah ke sungai dan 47% lebih sampah yang tercecer akan dibakar,” beber Kholid Basyaiban.

BacaJuga :

12 Koperasi Merah Putih di Surabaya Terapkan Sistem Konsinyasi untuk Distribusi Pangan

Seniman Muda Surabaya Ariel Ramadhan Pameran Tunggal ke-7 “Lautan Bercerita”

Manajer Brand Audit AKSI Nusantara, Alaika Rahmatulla menambahkan, fakta temuan ceceran sampah masih banyak dijumpai di pesisir Utara Jawa dan Selat Madura.

“Investigasi kami menemukan bahwa daerah pesisir Jawa seperti Demak, Kudus, Pati, Tuban, Paciran, Muara bengawan solo di Gresik, pantai Kenjeran, dan pantai Kamal masih dibanjiri sampah plastik” ungkap Alaika Rahmatulla.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa keberadaan sampah di kawasan pesisir umumnya berasal dari sungai-sungai di Pulau Jawa yang bermuara di Pesisir Utara seperti Sungai Juwana, Bengawan Solo, dan Brantas.

“Jika sampah plastik bisa dikendalikan tidak masuk kedalam aliran sungai maka, sampah plastik yang masuk ke laut akan berkurang. Pemerintah Daerah yang dilewati Sungai Bengawan Solo, Juwana, Brantas, Ciliwung, Citarum, Cisadane dan Ciujung harus memprioritaskan pengendalian sampah plastik agar tidak masuk ke sungai, pemerintah pusat sebagai institusi pengelola sungai-sungai Nasional harus pro aktif beraksi menjaga sungai agar tidak menjadi tempat sampah” terang Alaika mengakhiri.

Pemerintah Abai

(Foto: AKSI Nusantara for Javasatu.com)

Peneliti Ekspedisi Nusantara (ESN) Prigi Arisandi menguatkan, dalam PP 22/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup dalam lampiran Baku mutu air sungai menjelaskan bahwa sungai-sungai di Indonesia harus nihil sampah.

“Fakta dari investigasi Aksi Nusantara berkolaborasi dengan ESN menemukan sungai-sungai di Indonesia masih dibanjiri sampah, tidak ada upaya ekstra dari pemerintah untuk melindungi sungai dari pencemaran sampah plastik” ungkap Prigi Arisandi.

lebih lanjut dia menjelaskan bahwa 99% sungai-sungai di Indonesia tercemar mikroplastik.

“Sungai Indonesia tercemar mikroplastik, mikroplastik ada di perairan akibat melubernya sampah plastik di sungai, sampah plastik seperti tas kresek, styrofoam, sedotan, botol plastik, sachet terpecah-pecah menjadi serpihan plastik kecil berukuran lebih kecil dari 5mm” beber Prigi Arisandi.

Prigi juga menjelaskan bahwa mikroplastik akan masuk kedalam tubuh manusia mencemari air susu ibu dan dalam darah manusia. (Sir/Saf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: AksiAKSI NusantaraJawa TimurSampah Plastik

Comments 1

  1. kholid says:
    3 tahun ago

    mboiss

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Dialog Interaktif Dorong Sinergi Desa Wisata, Pariwisata Kota Batu Siap Melesat

BCA Digital dan Food Bank Indonesia Salurkan 500 Porsi Makanan untuk Lansia dan Ojol di Jakarta

Nelayan Lumpur Gresik Ditemukan Meninggal Mengapung di Perairan Manyar

Kejari Kota Malang dan Polresta Siap Adaptasi KUHP Baru, Cegah Berkas Kasus Bolak-Balik

Polres Brebes Luncurkan SPPG Kotabaru, Salurkan 1.692 Porsi MBG untuk Siswa

Konflik Dualisme Yayasan, 1.600 Siswa STM Turen Malang Terpaksa Libur Sekolah

Presiden Prabowo: Bangsa Tak Merdeka Jika Pangan Masih Impor

Panen Perdana di Turen, Bupati Malang Ajak Generasi Muda Terjun ke Pertanian

Jejak Spiritual Nyai Ageng Pinatih, Rebo Awal Jadi Perekat Warga dan Mahasiswa UNAIR

LP Maarif NU Dukun Satukan Langkah Madrasah Lewat Rakor Akhir Tahun

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Dualisme Yayasan STM Turen Memanas, Ribuan Siswa Terancam Kehilangan Hak Belajar

Jejak Spiritual Nyai Ageng Pinatih, Rebo Awal Jadi Perekat Warga dan Mahasiswa UNAIR

Konflik Dualisme Yayasan, 1.600 Siswa STM Turen Malang Terpaksa Libur Sekolah

Sidang Gugatan Wanprestasi Developer Perumahan di Kediri, Kuasa Hukum Tegaskan Tidak Cari Untung

BERITA LAINNYA

BCA Digital dan Food Bank Indonesia Salurkan 500 Porsi Makanan untuk Lansia dan Ojol di Jakarta

Polres Brebes Luncurkan SPPG Kotabaru, Salurkan 1.692 Porsi MBG untuk Siswa

Presiden Prabowo: Bangsa Tak Merdeka Jika Pangan Masih Impor

Pangkoopsud II Pimpin Sertijab Tiga Komandan Lanud di Makassar

Bakamla Pulangkan Enam Nelayan WNI yang Terdampar di Perairan Timor Leste

Peran TNI Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Diapresiasi Presiden Prabowo

Sidang Gugatan Wanprestasi Developer Perumahan di Kediri, Kuasa Hukum Tegaskan Tidak Cari Untung

Babinsa di Blora Latih PBB Siswa SDN 5 Jepon, Tanamkan Disiplin Sejak Dini

Tower Telekomunikasi Tak Berizin di Parengan Tuban Disegel Satpol PP

Bupati Pasuruan Temui Pedagang Eks Pasar Gondanglegi, Ini Responsnya

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Viral Truk Tabrak Pagar SMK Turen Malang, YPTT Berikan Klarifikasi

Dualisme Yayasan STM Turen Memanas, Ribuan Siswa Terancam Kehilangan Hak Belajar

Strategi Disdik Jatim di 2026: Jamin Anggaran Pendidikan 20% Tetap Jadi Prioritas Utama

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved