JAVASATU.COM- Langkah cepat Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menggagalkan penyelundupan puluhan ton bawang putih dan bawang bombai ke luar negeri dari dua lokasi di Pontianak, Kalimantan Barat, menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk analis kebijakan publik. Penggerebekan dilakukan oleh Tim Penegakan Hukum (Gakum) Penyelundupan Tipideksus Bareskrim Polri di Jalan Budi Karya dan Kompleks Pontianak Square, Pontianak.

Sebelumnya, Tim Tipideksus Bareskrim Polri juga berhasil membongkar dugaan penyelundupan puluhan ribu handphone impor ilegal di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, dan Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam kasus tersebut, Polri memperkirakan kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah.
Analis kebijakan publik dan politik nasional sekaligus Ketua Indonesia Youth Epicentrum, Nasky Putra Tandjung, menilai keberhasilan Polri, khususnya Tim Gakum Penyelundupan Tipideksus Bareskrim Polri, merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menegakkan hukum secara tegas terhadap berbagai tindak pidana yang menyebabkan kebocoran penerimaan dan kerugian keuangan negara.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), kita mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kinerja serta dedikasi Tim Gakum Penyelundupan Tipideksus Bareskrim Polri di bawah kepemimpinan Kabareskrim Polri Komjen Pol Sahar Diantono dan arahan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam memberantas berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat dan merugikan negara. Langkah cepat dan tegas Polri selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan reformasi hukum dan pemberantasan penyelundupan,” ujar Nasky dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Nasky yang juga penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata dan Dedikasi untuk Masyarakat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kinerja Korps Bhayangkara atas keberhasilannya dalam memberantas penyelundupan yang merugikan keuangan negara dan melindungi masyarakat.
“Oleh sebab itu, saya mendorong Bareskrim Polri tetap konsisten dan berkomitmen dalam menyelamatkan kebocoran penerimaan keuangan negara agar dapat dimanfaatkan bagi masyarakat,” kata alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta ini.
Lebih lanjut, ia berharap Polri tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kinerja agar kepercayaan masyarakat semakin baik dan meningkat.
“Saya berharap kehadiran Polri Presisi sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ucap Founder Nasky Milenial Center tersebut. (arf)