JAVASATU.COM- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan program peningkatan kompetensi kepala sekolah SD dan SMP tetap berjalan meski kegiatan dengan format retreat dibatalkan. Pemkot Malang akan menyesuaikan pelaksanaan program dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Wahyu menyampaikan hal itu kepada awak media di Mini Block Office (MBO), Selasa (20/10/2026), seusai menghadiri pelantikan pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Malang periode 2026–2031.
Ia menegaskan, keputusan membatalkan retreat telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang sejak jauh hari, bukan sebagai respons terhadap polemik yang belakangan ramai diberitakan.
“Saya telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang untuk tidak melanjutkan agenda itu sejak jauh-jauh hari. Sudah sejak awal, hanya saja ramai di media. Saya sudah memanggil Pak Kepala Dinas untuk tidak melaksanakannya,” ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, tujuan utama program tersebut adalah capacity building atau peningkatan kapasitas kepala sekolah. Karena itu, agenda pengembangan kompetensi tetap dilaksanakan tanpa menggunakan format retreat.
“Ya, sesuai dengan DPA-nya. Itu sebenarnya untuk capacity building atau peningkatan kemampuan. Jadi, program dasarnya tetap berjalan untuk peningkatan kapasitas, hanya saja bentuk kegiatannya bukan berupa retreat,” katanya.
Selain peningkatan kompetensi, Wahyu menekankan pentingnya evaluasi kinerja kepala sekolah secara berkala. Evaluasi diperlukan untuk memantau pengelolaan sekolah dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.
“Evaluasi itu penting dan tetap harus berjalan secara rutin, meskipun tidak dianggarkan secara khusus melalui kegiatan retreat,” tegasnya.
Pemkot Malang selanjutnya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyesuaikan bentuk kegiatan peningkatan kapasitas kepala sekolah dengan arahan wali kota dan ketentuan anggaran yang berlaku. (har/arf)






