JAVASATU.COM- Ketua DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, menegaskan bahwa kader partai harus hadir secara nyata di tengah masyarakat, merasakan, dan berjuang bersama rakyat. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Program Bedah Rumah Lansia yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Batu di Jalan Darsono, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, Sabtu (25/1/2026).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-79 Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, serta HUT ke-53 PDI Perjuangan, dan menjadi sarana konkret partai untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat lansia.
“Ibu Megawati selalu menekankan agar kader PDI Perjuangan menangis dan tertawa bersama rakyat. Kader tidak boleh menjaga jarak, tetapi harus merasakan kondisi rakyat dan bekerja dengan hati melalui program nyata seperti Bedah Rumah Lansia ini,” tegas Ahmad Basarah.
Ahmad Basarah menambahkan, kegiatan ini juga mengamalkan nilai Marhaenisme, menekankan keberpihakan kepada rakyat melalui gotong royong, solidaritas sosial, dan kerja nyata yang berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, I Made Riandhiana Kartika. Ia menekankan pentingnya konsistensi program sosial.
“Kegiatan seperti Bedah Rumah Lansia harus dijalankan secara berkelanjutan, jangan berhenti hanya pada momentum tertentu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Kota Batu, Saifudin Zuhri, menyatakan program ini akan dijalankan setiap bulan sebagai bentuk komitmen partai.
“Program Bedah Rumah Lansia ini adalah wujud kehadiran PDI Perjuangan di tengah rakyat, bekerja nyata, dan setia pada garis perjuangan partai,” katanya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana gotong royong, kebersamaan, dan penuh keceriaan, melibatkan pengurus serta kader PDI Perjuangan Kota Batu.
Bedah rumah lansia ini sekaligus memperkuat kehadiran partai dan menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk menghadirkan program yang berpihak pada rakyat, sejalan dengan HUT ke-79 Megawati dan HUT ke-53 partai. (agb/arf)