JAVASATU.COM- Sebanyak 40 anak mengikuti kegiatan Temu Anak Kota Malang 2026 yang digelar Dinsos P3AP2KB Kota Malang di Diavel Coffee, Kecamatan Blimbing, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan ini membekali peserta dengan keterampilan komunikasi, public speaking, dan keberanian melaporkan tindakan perundungan.

Mengusung tema “Forum Anak Berkarya: Mengembangkan Kreativitas, Kolaborasi, dan Suara Anak melalui Game Edukatif”, kegiatan tersebut melibatkan 35 anggota Forum Anak Kota Malang dan lima perwakilan Forum Anak Kecamatan.
Melalui kegiatan ini, peserta dilatih mengembangkan kreativitas bercerita melalui gambar, teknik pengambilan gambar visual, hingga kemampuan menyampaikan pendapat.
Pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat peran anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) dalam upaya perlindungan anak.
Dinsos P3AP2KB Kota Malang menghadirkan narasumber dari BASAibu Wiki Jawa dan praktisi pembelajaran berbasis permainan (game-based learning). Salah satunya Cristina Setianingrum, Project Lead BASAibu Wiki Jawa yang mendapat penugasan dari ICT Watch.
Cristina mengajak peserta berperan sebagai agen perubahan dengan membangun kebiasaan positif, mencegah perundungan, serta berani menyampaikan laporan kepada pihak yang dipercaya ketika menemukan tindakan yang merugikan anak.
“Sebagai Pelopor, kalian harus bawa positive vibes, no bullying, berani ngasih ide positif, serta teguh sama nilai jujur dan disiplin. Sementara sebagai Pelapor, kalian harus berani speak up ke pihak yang terpercaya kalau lihat ada yang nggak beres!” kata Cristina.
Dalam sesi pelatihan, peserta juga membahas sejumlah tantangan partisipasi anak, mulai dari keterbatasan akses informasi yang ramah anak, rendahnya literasi digital, hingga pandangan orang dewasa yang kurang memberikan ruang bagi suara anak.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, peserta dikenalkan dengan metode pemecahan masalah STAR (Situation, Task, Action, Result). Metode ini digunakan untuk membantu anak mengidentifikasi persoalan, menentukan langkah penanganan, dan mengevaluasi hasilnya.
Peserta juga diajak memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan positif melalui kampanye #BerbagiKontenBaik sebagai salah satu upaya pencegahan perundungan.
Selain itu, kegiatan diisi pelatihan public speaking menggunakan pendekatan 3V, yakni Vokal, Verbal, dan Visual. Peserta mempelajari pengaturan intonasi, pemilihan kata, serta penggunaan ekspresi wajah saat berbicara di depan umum.
Mereka juga mendapat materi teknik TSB (Tatap, Senyum, Bicara) dan penyusunan presentasi melalui tahapan Why, What, How To, hingga Call To Action. Materi tersebut bertujuan melatih peserta menyampaikan gagasan secara berani, sistematis, dan mampu memengaruhi audiens.
Pendamping Forum Anak Kota Malang, Dr Achmad Lutfi, mengatakan kegiatan Temu Anak menjadi sarana komunikasi antarpengurus Forum Anak di berbagai tingkatan.
“Kegiatan Temu Anak ini tuh bukan cuma sekadar event kumpul-kumpul biasa, tapi jadi bridge atau alat komunikasi yang krusial antar pengurus Forum Anak di berbagai tingkatan,” ujar Lutfi.
Menurutnya, komunikasi yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama dalam pelaksanaan program perlindungan anak di Kota Malang.
“Harapannya, dengan komunikasi yang makin seamless, kolaborasi kita makin kuat, sehingga program-program terkait perlindungan anak di Kota Malang bisa running secara maksimal dan berdampak nyata,” katanya.
Kegiatan Temu Anak Kota Malang ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program Kota Layak Anak. Peserta didorong untuk membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman sebaya serta menjalankan peran sebagai Pelopor dan Pelapor di lingkungan masing-masing. (har/arf)





