JAVASATU.COM- Lantunan sholawat menjadi jalan hidayah bagi Andri Astono hingga akhirnya memutuskan memeluk agama Islam. Andri resmi mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Baiturrahman, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Senin (5/1/2026).

Prosesi ikrar masuk Islam tersebut didampingi Lembaga Mualaf Center–Dewan Masjid Indonesia (eLMC-DMI) Kabupaten Gresik dan Nurul Hayat Gresik. Ikrar syahadat dipandu Pembina eLMC-DMI Gresik, Drs. KH. Ainur Rofiq, MM, serta disaksikan pengurus eLMC-DMI, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kedamean, PC BKMM-DMI Kedamean, dan jajaran takmir Masjid Baiturrahman.
Dalam keterangannya, Andri mengungkapkan bahwa perjalanan spiritual menuju Islam tidak mudah. Ia mengaku menghadapi berbagai tantangan, termasuk penolakan dari keluarga dan lingkungan sekitar. Namun, ketenangan batin yang ia rasakan saat mendengarkan sholawat membuat keyakinannya semakin kuat.
“Hidayah itu datang ketika saya sering mendengar sholawat. Hati terasa lebih tenang dan banyak doa saya yang terkabul. Dari situ saya mantap memilih Islam,” ujar Andri.
Kepala Cabang Nurul Hayat Gresik sekaligus pengurus eLMC, Sholikhul Amin, menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya saudara seiman. Ia menegaskan komitmen Nurul Hayat dalam mendukung dakwah serta pendampingan bagi para mualaf, baik secara spiritual maupun sosial.
“Alhamdulillah, eLMC-DMI menjadi rujukan masyarakat yang ingin bersyahadat. Nurul Hayat Gresik akan terus mendukung pendampingan agar para mualaf semakin mantap menjalani keislamannya,” katanya.
Selain pendampingan keagamaan, Andri Astono juga menerima bantuan pembinaan sebagai mualaf dari Nurul Hayat Gresik dan dukungan tambahan dari Hj. Khoirul Malah selaku Wakil Bendahara IV PD DMI Kabupaten Gresik.
Sementara itu, Ketua eLMC-DMI Gresik Gus Ata Syifa Nugraha, ST menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para mualaf setelah prosesi ikrar.
“Kami tidak hanya memfasilitasi syahadat, tetapi juga mendampingi para mualaf agar kuat dalam akidah dan merasa nyaman dalam kehidupan keislaman,” pungkasnya. (bas/nuh)