JAVASATU.COM- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan pembekalan kepada finalis Duta Generasi Berencana (Genre) di Rumah Dinas Bupati Gresik, Selasa (31/3/2026). Dalam kegiatan ini, Bupati menyoroti tiga ancaman utama yang dihadapi remaja, yakni pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati serta Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda di Kabupaten Gresik.
“Tiga hal tersebut menjadi perhatian khusus kami. Jika tidak dicegah, dapat berdampak pada masa depan generasi muda,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani.
Ia menegaskan, Duta Genre memiliki peran strategis sebagai agen edukasi untuk menyosialisasikan bahaya perilaku berisiko kepada kalangan remaja.
“Fokus pada apa yang harus dikerjakan saat ini, yaitu belajar dan terus meningkatkan kapasitas diri,” ungkapnya.
Menurutnya, Duta Genre bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi wadah pembentukan karakter remaja yang sehat, tangguh, dan bertanggung jawab.
“Jadilah teladan dan inspirasi bagi remaja lainnya. Menjadi Duta Genre bukan sekadar gelar, tetapi tanggung jawab untuk menyampaikan pesan positif kepada masyarakat,” tegasnya.
Melalui pembekalan ini, para finalis diharapkan mampu memahami peran pentingnya dalam mengedukasi masyarakat serta berkontribusi aktif dalam mencegah berbagai perilaku berisiko demi masa depan generasi muda yang lebih baik. (bas/arf)