JAVASATU.COM- Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik menyalurkan bantuan donasi tanggap bencana senilai Rp17.416.000 kepada korban banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Aceh dan Sumatra. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis melalui DPW FKPQ Provinsi Jawa Timur di Pesantren Adinda, Surabaya, Jumat (16/1/2026).

Bantuan tersebut merupakan hasil penghimpunan donasi dari lembaga TPA/TPQ se-Kecamatan Cerme yang dikoordinasikan oleh DPAC FKPQ Cerme sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam.
Ketua DPAC FKPQ Kecamatan Cerme, Ustaz Harianto, M.Pd, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para pengelola TPA/TPQ dan wujud empati terhadap saudara-saudara yang tengah dilanda musibah.
“Bantuan ini adalah amanah dari TPA/TPQ di Kecamatan Cerme. Jangan melihat dari nilainya, tetapi sebagai wujud kepedulian kami. Semoga dapat meringankan beban dan membantu proses pemulihan masyarakat terdampak bencana,” ujar Harianto.
Sementara itu, Wakil Sekretaris DPW FKPQ Jawa Timur, Ustaz Abdullah Izzin, yang mewakili Ketua DPW FKPQ Jatim, menyampaikan apresiasi atas kepedulian DPAC FKPQ Cerme beserta seluruh lembaga TPA/TPQ. Ia memastikan bantuan tunai tersebut akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak.
“Atas nama DPW FKPQ Jawa Timur dan masyarakat terdampak bencana, kami mengucapkan terima kasih. Bantuan ini menjadi penyemangat untuk bangkit dan saling menguatkan. Insyaallah segera kami salurkan,” kata Abdullah Izzin.

Usai penyerahan bantuan, rombongan DPAC FKPQ Cerme melanjutkan agenda organisasi dengan menggelar Rapat Kerja (Raker) II DPAC FKPQ Cerme Tahun 2026 yang berlangsung di Bangkalan, Madura, pada hari yang sama.
Dalam sambutannya pada Raker II, Ustaz Harianto menegaskan bahwa FKPQ memiliki spirit Qurani yang menjadi dasar seluruh gerak organisasi. Ia mengutip nilai keutamaan mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an sebagai landasan pengabdian para pendidik Al-Qur’an.
Raker II DPAC FKPQ Cerme 2026 membahas empat fokus utama program kerja, yakni penyegaran dan pengadaan seragam guru FKPQ, penguatan anggota melalui silaturahmi dan pembinaan, penguatan data pendidikan berbasis sistem online Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan, serta penguatan kewirausahaan dan bidang ekonomi.
“Seragam guru sudah digunakan sejak 2019, sehingga perlu penyegaran. Silaturahmi dan pembinaan penting untuk penguatan lembaga. Data online Kemenag dan Dinas Pendidikan harus terus di-upgrade. Selain itu, penguatan ekonomi menjadi ikhtiar kemandirian lembaga,” jelas Harianto.
Melalui Raker II ini, DPAC FKPQ Cerme berharap seluruh program yang dirumuskan dapat terlaksana secara optimal guna mendukung pengembangan pendidikan Al-Qur’an, kesejahteraan ustadz-ustadzah, serta kemandirian organisasi di masa mendatang. (bas/nuh)