JAVASATU.COM- Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang memanfaatkan turnamen sepak bola putri sebagai sarana untuk memperkuat pembauran kebangsaan, kerukunan, dan solidaritas di kota pendidikan ini. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 20–21 April 2026 di Stadion Gajayana, bertepatan dengan Hari Kartini dan HUT Kota Malang ke-112.

Turnamen yang mengusung Piala Ketua DPRD Kota Malang akan diikuti oleh mahasiswi dari berbagai Organisasi Kedaerahan Mahasiswa dan pelajar putri SMA/sederajat se-Kota Malang. Kegiatan ini merupakan kolaborasi FPK dengan Persema Reborn dan Bledeg Biru Management.
Menurut Ahmad Fuad Rahman, Ketua FPK Kota Malang, kegiatan ini menjadi wahana positif untuk memperkuat integrasi sosial antar pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah, sekaligus meminimalisir potensi gesekan antar etnis.
“Kota Malang memiliki banyak mahasiswa pendatang dari seluruh Indonesia, sehingga pembauran kebangsaan harus diperkuat. Sepak bola putri menjadi sarana yang tepat untuk membangun kerukunan dan perdamaian,” ujar Fuad, yang akrab disapa Sam Fuad, Kamis (22/1/2026).
Sementara itu, Mellenia Dinda Saputri, Ketua Pelaksana Turnamen, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan terobosan penting karena Kota Malang sudah lama tidak mengadakan turnamen sepak bola putri di tingkat pelajar dan mahasiswa.
“Turnamen ini membangun solidaritas, perdamaian, dan kebersamaan antar peserta. Momentum Hari Kartini dan HUT Kota Malang membuat kegiatan ini semakin istimewa,” ujar Mellenia, yang akrab disapa Leni.
FPK Kota Malang juga akan menjalin koordinasi dengan Ketua DPRD Kota Malang, Amitya, dan Forkopimda Kota Malang sebagai Dewan Pembina, untuk memastikan turnamen berjalan lancar dan berdampak positif bagi pembauran kebangsaan. (wes/nuh)