JAVASATU.COM- Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, mendukung penuh pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait pentingnya seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan nasional guna mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga perdamaian dunia di tengah konflik global yang sedang terjadi.

“Seruan Kapolri agar masyarakat tidak mudah terpancing berbagai isu yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa, serta bersatu padu mendukung langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, merupakan strategi paling objektif dan rasional di tengah ketidakpastian situasi geopolitik global saat ini,” kata Nasky dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menilai, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kokoh menjadi prasyarat mutlak agar Indonesia mampu bertahan dari dampak konflik di Timur Tengah serta perang Rusia–Ukraina yang hingga kini belum mereda.
“Dengan semangat persatuan nasional yang digelorakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bukan sekadar gimik belaka, melainkan kekuatan fundamental menghadapi tekanan situasi global yang semakin kompleks,” tegas Nasky.
Penulis buku Polri Presisi tersebut juga menyoroti bahwa krisis di Timur Tengah dan Ukraina berdampak langsung pada kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok pangan, inflasi global, hingga potensi gangguan stabilitas kamtibmas di masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut respons cepat pemerintah dan aparatur negara, termasuk institusi Polri, yang harus didukung penuh oleh seluruh elemen bangsa guna menjaga persatuan nasional.
“Pemerintah, TNI, dan Polri tidak dapat menghadapi tantangan berlapis ini sendirian. Dukungan aktif dan tulus dari berbagai elemen masyarakat sipil (civil society) adalah bahan bakar yang menggerakkan mesin pemerintahan untuk bekerja demi kepentingan rakyat,” ujarnya.
Ketua Indonesia Youth Ecpinctrum itu juga sependapat dengan seruan Kapolri agar seluruh rakyat bersatu menghadapi berbagai situasi yang berkembang. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang dapat memperburuk keadaan dan memecah belah persatuan.
“Meskipun Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya, bangsa Indonesia memiliki tekad yang sama untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.
Menurut Nasky, menjaga soliditas persatuan nasional merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Ia menegaskan, solidaritas kebangsaan menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga stabilitas negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Menjaga soliditas persatuan nasional adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Solidaritas kebangsaan menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga stabilitas negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Oleh sebab itu, pesan persatuan yang digelorakan Kapolri selaras dengan nilai-nilai yang termaktub dalam Pancasila. Pembangunan nasional hanya dapat berjalan optimal jika seluruh elemen bangsa mampu menghindari polarisasi yang berlebihan dan tetap menjaga semangat kebersamaan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Seruan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Polda Sumatera Selatan, Sabtu (7/3/2026) malam. (arf)