JAVASATU.COM- Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menekankan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda di tengah derasnya tantangan era digital. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Haflah Akhirussanah, Tasyakuran Khotmil Qur’an, dan Wisuda Yanbu’a ke-1 Roudlotul Tarbiyatil Qur’an (RTQ) MDT Ula Al-Asy’ari di Yayasan Al-Asy’ari, Kota Kediri, Sabtu (24/1/2026).

Qowimuddin yang akrab disapa Gus Qowim menyatakan kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Kediri dalam mewujudkan Kota Kediri yang agamis. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun pendidikan keagamaan sejak usia dini.
“Ini sejalan dengan visi misi Kota Kediri sebagai kota yang religius. Mari kita perkuat sinergi untuk mewujudkan generasi yang beriman dan berakhlak,” ujarnya.
Gus Qowim menyoroti tantangan besar yang dihadapi anak-anak di era digital, mulai dari paparan media sosial hingga krisis moral. Menurutnya, kecerdasan akademik saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan iman, akhlak, dan adab yang kuat.
“Anak-anak hari ini lebih banyak meniru apa yang mereka lihat di handphone. Karena itu, pendidikan Al-Qur’an menjadi benteng utama agar mereka tidak terpengaruh hal-hal negatif,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran orang tua dan lembaga pendidikan sangat krusial dalam membimbing anak agar tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter. Pendidikan Al-Qur’an dinilai sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang tangguh secara moral dan spiritual.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Qowim juga berpesan kepada para santri agar terus memiliki semangat belajar, khususnya dalam menuntut ilmu agama dan Al-Qur’an.
“Jangan pernah berhenti mengaji dan belajar. Dengan ilmu dan keimanan, Allah akan mengangkat derajat kalian,” pungkasnya. (kur/arf)