JAVASATU.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelontorkan anggaran sekitar Rp300 hingga Rp500 juta untuk penguatan pondasi Jembatan Brawijaya. Langkah ini menjadi bagian dari penataan kawasan wisata heritage terpadu, khususnya untuk menghubungkan Kampung Kayutangan Heritage dengan titik strategis di pusat kota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan penguatan pondasi dilakukan karena terjadi penggerusan di beberapa titik jembatan peninggalan era kolonial Belanda ini. Meski demikian, kondisi konstruksi secara keseluruhan masih tergolong aman.
“Selama ini jembatan hanya dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Penguatan fondasi akan dilakukan bertahap, tetap memperhatikan kondisi struktur,” jelas Dandung, dikutip dari laman website Pemkot Malag, Rabu (21/1/2026).
Selain penguatan pondasi, penataan kawasan Splendid juga menyasar revitalisasi Pasar Burung Splendid, yang sebelumnya dikenal sebagai Pasar Senggol. Penataan ini sejalan arahan Wali Kota Malang untuk menghadirkan koridor wisata yang mengintegrasikan Alun-Alun Merdeka, Balai Kota, Alun-Alun Tugu, Stasiun Kota Baru, hingga kawasan Splendid.
“Dengan perbaikan ini, Jembatan Brawijaya diharapkan menjadi jembatan ikonik sekaligus mendukung wisata Kayutangan Heritage. Selain tampil estetik, revitalisasi ini ditargetkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Malang,” pungkas Dandung.
Langkah penguatan pondasi ini sekaligus menjadi awal realisasi program konektivitas wisata heritage terpadu yang memadukan nilai sejarah, estetika kota, dan kenyamanan pengunjung. (arf)