JAVASATU.COM- Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus HUT ke-6 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), JMSI Malang Raya menegaskan komitmennya untuk “bikin terang masyarakat” di tengah derasnya arus hoaks dan disinformasi digital.

Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan Khotmil Qur’an dan tasyakuran yang digelar di Sekretariat JMSI Malang Raya, Komplek Ruko WR Supratman C1/Kav.2, Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (13/2/2026).
Acara berlangsung sederhana dan khidmat, dihadiri unsur pemerintah daerah, kepolisian, TNI, praktisi hukum, pelaku usaha, serta insan pers Malang Raya.
Ketua JMSI Malang Raya, Syaiful Arif, menegaskan bahwa tantangan terbesar pers saat ini bukan sekadar perubahan bisnis media, melainkan banjir informasi yang tak seluruhnya terverifikasi.
Menurutnya, di tengah derasnya arus media sosial, media arus utama harus tetap menjadi rujukan yang kredibel, menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Bikin Terang Indonesia adalah slogan JMSI secara nasional. Di Malang Raya, kami menerjemahkannya dengan bikin terang masyarakat melalui karya jurnalistik yang profesional, patuh kode etik, dan berbasis data,” tegas Syaiful.
Ia menekankan, media tidak boleh kalah cepat oleh hoaks, tetapi juga tidak boleh mengorbankan akurasi demi kecepatan. Karena itu, JMSI Malang Raya mendorong penguatan sistem redaksi, peningkatan kapasitas wartawan melalui uji kompetensi, serta penguatan literasi digital di tengah masyarakat.
“Pers harus menjadi penjernih. Saat informasi simpang siur beredar, media wajib hadir dengan klarifikasi dan konteks. Kalau tidak, ruang publik bisa dipenuhi narasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Syaiful juga menegaskan bahwa JMSI merupakan organisasi yang menaungi para direktur dan pemimpin perusahaan pers, serta berstatus sebagai organisasi konstituen Dewan Pers. Secara nasional, JMSI telah berusia enam tahun pada Februari 2026, sementara JMSI Malang Raya aktif sejak 2024.
Ia menilai HPN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat profesionalisme dan integritas pers.
“HPN 2026 ini menjadi pengingat bahwa pers harus tetap independen, kritis, dan bertanggung jawab. Kami ingin masyarakat Malang Raya mendapatkan informasi yang mencerahkan, bukan menyesatkan,” katanya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, mewakili Wali Kota Malang, menyatakan media arus utama harus tetap menjadi rujukan literasi dan edukasi publik.
“Media menjadi cermin bagi pemerintah. Dari pemberitaan, kami bisa mengevaluasi kebijakan agar berjalan sesuai tujuan,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-6 JMSI dan HPN 2026 ditutup doa bersama dan potong tumpeng. (jup/nuh)